Kebumen Tekan Angka Stunting dengan Galakkan Konsumsi Ikan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz di kantornya, Jumat (20/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

KEBUMEN — Angka kasus stunting di Kabupaten Kebumen masih cukup tinggi, yaitu sebesar 19,2 persen. Sehingga dibutuhkan penanganan serius, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggalakkan konsumsi ikan.

Bupati Kebumen, Yazid Mahfudz mengatakan, ikan mengandung protein tinggi yang bisa mencegah stunting. Konsumsi ikan sangat disarankan untuk para ibu hamil serta anak-anak untuk memenuhi gizi mereka.

“Ikan harganya terjangkau dan kaya akan protein serta gizi, sehingga kita sangat mendorong masyarakat Kebumen, terutama ibu hamil dan anak-anak untuk mengkonsumsi ikan,” kata Bupati, Jumat (20/11/2020).

Lebih lanjut Yazid mengungkapkan, angka konsumsi ikan masyarakat Kebumen sepanjang tahun 2019 masih terbilang rendang, yaitu pada kisaran 22,13 kilogram. Konsumsi ikan tersebut bahkan lebih rendah jika dibandingkan dengan konsumsi ikan masyarakat Jawa Tengah maupun dalam skala nasional.

Untuk 2020 ini, lanjutnya, ada 10 desa yang menjadi fokus penanganan stunting di Kebumen, di antaranya adalah Pengempon, Kecamatan Sruweng.

Pemkab Kebumen melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, secara rutin memberikan bantuan ikan bagi rumah tangga miskin yang memiliki ibu hamil dan balita di desa tersebut.

Yazid berharap, tim penggerak PKK desa dapat turut berpartisipasi aktif dalam upaya penekanan angka stunting. Antara lain dengan melakukan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kebumen, dr Dwi Budi Satria mengatakan, ikan sangat bagus untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kecerdasan, sekaligus mencegah stunting. Menurut penelitian, Ikan mengandung protein tinggi, mudah dicerna dan mengandung berbagai asam amino yang sangat bermanfaat merangsang pertumbuhan sel otak balita. Ikan juga mengandung vitamin, mineral dan asam lemak omega3.

“Banyak sekali manfaat dari ikan untuk tubuh dan otak kita, sehingga para ibu hamil di Kebumen kita dorong untuk gemar makan ikan, begitu pula dengan anak-anak,” tuturnya.

Terkait angka stunting yang masih tinggi, dr Dwi Budi Satria mengatakan, angka 19,2 persen artinya, ada sekitar 10.291 balita stunting dari total jumlah balita sebanyak 53.083 di Kabupaten Kebumen.

“Dari pendataan kita, jumlah balita 53.083 dan dari jumlah tersebut sebanyak 10.291 balita terkena stunting. Kita terus berupaya untuk menekan dengan memberikan bantuan makanan olahan ikan, tahun ini saja total ada 1.375 rumah tangga miskin (RTM) yang kita suplai dengan makanan olahan ikan,” pungkasnya.

Lihat juga...