Kejati Sumsel Tahan Mantan Bupati Muara Enim

Plt Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Oktavianus, saat memberikan keterangan terkait penetapan empat tersangka kasus suap alih fungsi lahan hutan produksi di Kabupaten Muara Enim, Kamis (12/11/2020) – foto Ant

PALEMBANG – Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel), menetapkan mantan Bupati Muara Enim periode 2014-2018, Muzakir Sai Sohar, sebagai tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi pada 2014. Saat ini mantan orang nomor satu di Muara Enim tersebut ditahan jaksa bersama tiga orang lainnya.

Plt Kepala Kejati Sumsel, Oktavianus mengatakan, tiga tersangka lain yang ikut ditahan adalah, mantan Direktur Utama PT Perkebunan Mitra Ogan, Anjapri, mantan Kepala Bagian Akutansi PT Perkebunan Mitra Ogan, Yan Satyananda, dan konsultan Abunawar Basyeban.

“Keempatnya diduga terlibat gratifikasi alih fungsi lahan hutan produksi menjadi hutan tetap di Kabupaten Muara Enim pada 2014 dengan kerugian negara mencapai Rp5,8 miliar,” ujarnya, di Palembang, Kamis (12/11/2020).

Menurut Oktavianus, Sohar sementara menjadi tahanan kota. Hal itu diberlakukan, karena hasil rapid tes menunjukkan reaktif. Sementara ketiga tersangka lainnya, ditahan di LP Pakjo Palembang. Proyek alih fungsi hutan tersebut diduga fiktif, dengan asumsi tidak ada kegiatan apapun. PT Perkebunan Mitra Ogan diduga menyuap Sohar, selaku bupati, saat menerbitkan surat rekomendasi untuk alih fungsi lahan pada 2014.

Suap diduga menggunakan dana PT Perkebunan Mitra Ogan sebesar Rp8,5 miliar, dengan kerugian negara Rp5,8 miliar, keempatnya pun ditahan untuk memudahkan proses penyidikan. Dan agar tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti. “Sementara ini barang bukti yang kami sita berupa uang Rp200 juta di dalam rekening,” kata Oktavianus. (Ant)

Lihat juga...