Kemenkeu Setujui Penyaluran Subsidi Gaji Untuk 2,4 Juta Guru Honorer

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menyetujui usulan pemberian subsidi gaji bagi para Guru Tenaga Kependidikan Honorer yang berada di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Kementerian Agama.

“Jadi ada lebih dari 2,4 juta guru honorer yang memenuhi syarat menerima subsidi gaji. 1,6 juta dari Kemendikbud dan 800 ribu dari Kemenag,” ujar Menkeu dalam Jumpa Pers terkait Bantuan Subsidi Upah Bagi Guru Honorer, Selasa (17/11/2020) secara virtual.

Menurut Menkeu, masing-masing mereka akan menerima subsidi gaji sebesar Rp1,8 juta langsung di rekening penerima, yang disalurkan melalui tiga tahap, yakni Rp600 ribu perbulan selama tiga bulan.

“Penyaluran ini akan kita percepat. Kita berharap bantuan itu bisa sedikit membantu masyarakat dalam situasi sulit selama pandemi ini,” tukas Menkeu.

Di forum yang sama, Mendikbud, Nadiem Makarim mengatakan, bahwa rekening khusus untuk menyalurkan bantuan subsidi gaji kepada guru honorer ditargetkan rampung pada 30 November 2020.

“Kemendikbud membuatkan rekening baru untuk setiap pendidik dan tenaga kependidikan penerima bantuan subsidi upah Kemendikbud,” imbuhnya.

Nadiem mengatakan pembuatan rekening khusus tersebut untuk memastikan penyaluran subsidi gaji tepat sasaran. Menurutnya, guru honorer dapat langsung mendatangi bank penyalur untuk proses aktivasi rekening dan mengambil dana bantuan.

Ketika mendatangi bank, guru honorer harus membawa sejumlah dokumen, yang meliputi kartu tanda penduduk (KTP), nomor pokok wajib pajak (NPWP) jika ada, surat keputusan penerima subsidi gaji, serta surat pernyataan tanggung jawab mutlak.

Kedua surat tersebut dapat diunduh melalui situs info.gtk.kemdikbud.go.id atau pddikti.kemdikbud.go.id, dan harus dilengkapi meterai. Melalui situs itu pula, guru honorer dapat menemukan informasi status pencairan subsidi gaji, rekening bank masing-masing, serta lokasi cabang bank penyalur.

“Jika dokumen lengkap, guru honorer dapat menyerahkannya pada petugas di bank penyalur untuk diperiksa. Pemerintah memberi kesempatan guru honorer mengaktifkan rekening hingga 30 Juni 2021. Waktu yang panjang untuk memastikan semua mendapat kalau ada kendala teknis,” pungkas Nadiem.

Lihat juga...