Kementan Setujui Realokasi Pupuk Bersubsidi untuk Banten

Ilustrasi - Petani - Dok CDN

SERANG – Kementerian Pertanian menyetujui usulan Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk penambahan realokasi pupuk bersubsidi ke sejumlah daerah, yang kuota dalam elektronik rencana definitif kebutuhan kelompok (eRDKK) sebelumnya sudah habis.

“Alhamdulillah kita sudah mendapatkan jawaban dari Kementerian Pertanian, bahwa input eRDKK sudah bisa dibuka kembali. Jadi, daerah yang kuota pupuk bersubsidinya sudah habis bisa ada penambahan untuk musim tanam dua bulan terakhir 2020, melalui eRDKK,” kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M Tauchid di Serang, Jumat (20/11/2020).

Ia mengatakan, penambahan tersebut diprioritaskan untuk kabupaten/kota yang mendapatkan tambahan realokasi kuota pupuk subsidi, tetapi kuota dalam eRDKK-nya sudah habis.

“Prioritas untuk Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang,” kata Agus.

Pihaknya memastikan tidak ada kelangkaan pupuk subsidi di Banten di saat memasuki musim tanam akhir tahun ini.

“Sesungguhnya bukan terjadi kelangkaan. Pupuknya ada sesuai realokasi terakhir yang sesuai kebutuhan di tingkat lapangan,” kata Agus M Tauchid.

Menurutnya, yang menjadi masalah saat ini adalah kebutuhan di beberapa kabupaten, seperti di Pandeglang secara kumulatif sesuai realokasi itu mencukupi, yakni kebutuhan urea sekitar 20,8 ribu ton untuk sekitar 69 ribu petani sesuai dengan e-rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK).

“Namun setelah ditelusuri dan diperdalam, ternyata ada delapan kecamatan yang kuota e-RDKK nya habis. Pupuk subsidi itu bisa ditebus dengan kartu tani yang terdaftar di e-RDKK,” kata Agus.

Sementara ini, kata dia, jika ada penambahan kebutuhan pupuk yang tidak masuk dalam e-RDKK tidak bisa, karena input kuota kebutuhan pupuk di e-RDKK Tahun 2020 sudah ditutup sejak 1 September 2020.

Ia mengatakan, meningkatnya kebutuhan pupuk subsidi di luar eRDKK awal tersebut, karena bertambahnya luasan tanam, mengingat curah hujan yang tinggi.

“Ini memang tidak terprediksi, sehingga tidak masuk di kuota kebutuhan sebelumnya, karena saat ini air banyak sehingga luasan tanam bertambah,” katanya.

Ia mengatakan, sasaran tanam pada periode Oktober 2020 sampai Maret 2021 sebesar 230.755 hektare, dengan perincian Oktober 2020 sekitar 17.316 hektare, November 38.054 hektare, Desember 66.477 hektare, Januari 2021 seluas 56.049 hektare, Februari 25.499 hektare ,dan Maret 27.360 hektare.

Selain itu, Pemprov Banten mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi melalui Permentan RI Nomor 27 Tahun 2020 Tentang Perubahan Kedua, atas Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2020 Tentang Alokasi dan Harga Ecera Tertinggi pupuk bersubsidi sektor pertanian tahun 2020 tanggal 28 September 2020.

Ada pun besarnya perubahan alokasi pupuk subsidi sektor pertanian di Banten yakni pupuk urea 66.473 ton, SP36 12.498 ton, ZA 1.074 ton, dan NPK 30.500 ton. (Ant)

Lihat juga...