Kendala Teknis, Belum Semua Siswa-Guru Terima Kuota Internet Gratis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Sejumlah sekolah di Bantul mengaku mulai menerima bantuan kuota internet dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) selama masa pandemi Covid-19. Kouta tersebut ditujukan pendukung kegiatan proses belajar mengajar secara daring melalui internet.

Meski begitu, sejumlah siswa diketahui belum seluruhnya menerima bantuan kuota internet tersebut. Hal itu disebabkan karena persoalan teknis seperti nomer yang didaftarkan telah hangus ataupun nomor yang digunakan belum terdaftar.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sedayu, Bantul, Martinah menyebut dari sekitar 652 siswanya, sebanyak 632 siswa telah menerima bantuan kuota internet dari Kemendikbud. Bantuan bahkan telah disalurkan hingga dua kali. Meski begitu sebanyak 20 siswa diketahui belum menerima bantuan kuota internet tersebut.

“Ada 20 siswa yang sampai saat ini belum menerima bantuan kuota internet. Hal itu lebih dikarenakan persoalan teknis seperti nomor yang didaftarkan hangus, atau belum terdaftar. Sehingga menjadi terlambat. Namun saat ini sedang dalam proses, mudah-mudahan segera datang,” katanya Kamis (05/11/2020).

Selain siswa, sebanyak 41 guru di SMP Negeri 1 Sedayu dikatakan juga telah menerima bantuan kuota internet gratis dari pemerintah. Hanya 1 orang guru yang belum menerima disebabkan kesalahan input nomor telepon. Meski begitu, seperti halnya para siswa yang belum menerima, pihak sekolah juga tengah memproses pencarian bantuan kuota internet tersebut.

“Tentu bantuan kuota ini sangat bermanfaat, terutama bagi siswa. Karena mayoritas siswa disini berasal dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga adanya bantuan kuota internet ini bisa memperlancar proses belajar mengajar secara daring,” katanya.

Sebelum ada bantuan kuota internet dari pemerintah, pihak sekolah sendiri mengaku menganggarkan dana BOS untuk membantu para siswa melakukan proses belajar mengajar secara daring. Dana BOS tersebut diberikan dalam bentuk kuota internet bagi para siswa.

Sementara sebagian dana BOS juga digunakan untuk membeli kuota internet melalui jaringan WiFi sekolah. Jaringan internet melalui WiFi ini diperlukan untuk memperlancar proses belajar mengajar secara daring bagi para guru. Seperti memberikan tugas maupun materi bagi para siswa.

Lihat juga...