Kepala Kampung Urbinasopen Tak Kunjung Dilantik, Warga Raja Ampat Demo Kantor Bupati

Masyarakat Kampung Urbinasopen saat melakukan unjuk rasa menuntut pelantikan kepala kampung di kantor Bupati setempat Senin (23/11/2020) – Foto Ant

SORONG – Ratusan masyarakat Kampung Urbinasopen, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, berbondong-bondong mendatangi kantor bupati setempat. Mereka melakukan unjuk rasa, menuntut kepala kampungnya untuk segera dilantik.

Unjuk rasa yang digelar di halaman Kantor Bupati Raja Ampat Senin (23/11/2020), merupakan tindaklanjut dari kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, karena tidak melantik Frits Krey, yang terpilih sebagai Kepala Kampung Urbinasopen.

Sementara pemilihan telah dilakukan pada 26 Agustus 2019 silam. Kepala Kampung Urbinasopen terpilih, Frits Krey kepada wartawan mengatakan, dirinya sudah terpilih pada Agustus 2019. Namun sampai saat ini tidak dilantik oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, semua tahapan telah dilalui, termasuk pemberian pertanggungjawaban dana kampung, yang menjadi alasan pemerintah menunda pelantikan. Namun pelantikan hanya menjadi janji, dan sampai saat ini tidak terealisasi. “Saya sudah beberapa kali ketemu Bupati, Abdul Faris Umlati, yang saat ini cuti guna pelaksanaan pilkada, namun yang bersangkutan berjanji setelah pilkada barulah dilakukan pelantikan, tetapi masyarakat minta dalam pekan ini harus dilantik, sehingga mereka melakukan aksi unjuk rasa,” tandasnya.

Pelaksana Tugas Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas, secara terpisah mengakui, telah mempertanyakan pelantikan kepala kampung tersebut kepada Asisten Satu Setda Raja Ampat, Kepala Bagian Pemerintah, dan Kepala Bagian Hukum. Namun hingga Senin (23/11/2020) belum ada jawaban yang didapatkannya.

Bahkan, pihak-pihak tersebut sampai saat ini disebutnya menghilang entah dimana. Sehingga saat masyarakat Urbinasopen melaporkan akan melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi. “Saya persilakan asalkan sesuai prosedur. Saya sampaikan secara langsung kepada masyarakat Urbinasopen untuk menanyakan langsung kepada Asisten Satu Setda Raja Ampat, Kepala Bagian Pemerintah, dan Kepala Bagian Hukum tentang alasan menunda pelantikan kepala kampung setempat. Sebab saya dapat informasi bahwa pelantikan kepala kampung tersebut ditunda atas perintah bupati yang saat ini cuti untuk pelaksanaan pilkada,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...