Kesadaran Masyarakat NTT Pakai Masker, Rendah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kesadaran warga Kabupaten Sikka dan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memakai masker masih rendah dalam mencegah penularan virus Corona maupun melindungi diri dari penyebaran berbagai penyakit menular.

Untuk itu, diharapkan adanya edukasi yang lebih intens agar masyarakat bukan saja di wilayah perkotaan tetapi juga di pelosok desa menyadari pentingnya penggunaan masker dalam kehidupan sehari-hari terutama di tempat umum.

“Dalam berbagai kegiatan memang kita harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 agar bisa menjadi kebiasaan,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang, NTT, Apolinaris Berkanis saat ditanya Cendana News di Maumere, Jumat (13/11/2020).

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Prof. W. Z. .Johannes Kupang, NTT, Apolinaris Berkanis, saat ditemui di Kota Maumere, Jumat (13/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Apolinaris menginginkan agar masyarakat sadar bahwa penggunaan masker bukan karena adanya paksaan, tetapi benar-benar mengetahui, apa manfaat dari penggunaan masker itu sendiri. Sebab jangan sampai masyarakat menggunakan masker karena takut ada sanksi dan tidak tahu manfaatnya bagi kesehatan.

Ia sebutkan, kesadaran masyarakat di Kabupaten Sikka dan Provinsi NTT dalam mengenakan masker masih belum kuat sehingga perlu ada peningkatan edukasi dan pencerahan kepada masyarakat hingga di pelosok desa. Bahwa manfaat mengenakan masker bukan saja untuk mencegah penularan penyakit Corona saja. Bisa juga untuk penyakit lainnya misalnya flu atau yang berkaitan dengan penyakit pernapasan.

“Kesadaran menggunakan masker hingga ke pelosok desa masih sangat minim di NTT. Perlu ada pencerahan agar masyarakat mengetahui alasan pemakaian masker dari segi kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus, menyebutkan, Sikka sudah memasuki zona hijau karena seorang pegawai PLN Maumere yang positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan.

Petrus mengatakan, setelah dinyatakan sembuh, maka Kabupaten Sikka sudah keluar dari zona merah dan menjadi zona hijau. Namun masyarakat diharapkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Sebanyak 23 sampel swab warga yang kontak erat dengan pasien positif Covid-19 dari PLN tersebut, semuanya dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan di laboratorium RSUD Prof. W. Z. Johannes Kupang,” jelasnya.

Petrus mengharapkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dalam pencegahan penularan Covid-19 dengan tetap mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak dalam kegiatan bermasyarakat.

“Kami tidak henti-hentinya memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan supaya Sikka tetap masuk zona hijau Covid-19,” harapnya.

Lihat juga...