Kolaborasi KLHK dan Sejumlah Pihak Hindari Karhutla Tahun Ini

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA –  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengatakan, tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia begitu dinamis. Kolaborasi banyak pihak yang terlibat dalam kerja besar ini, merupakan kekuatan dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

Menurut Menteri Siti Nurbaya pula, sejak diaktifkan pada 11 Februari 2020, Pemprov Riau akhirnya mengakhiri status Siaga bencana karhutla 2020. Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) di Riau juga tidak ada yang menunjukkan level berbahaya maupun tidak sehat.

Menteri LHK, Siti Nurbaya, saat menyampaikan keterangan perihal karhutla, belum lama ini. Foto: Dok KLHK

“Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah. Tahun ini ikhtiar dan doa kita dikabulkan. Kekhawatiran banyak pihak soal terjadinya duet bencana karhutla dan Covid-19, dapat kita hindari,” ucapnya melalui laman resmi yang diterima Cendana News, Rabu (4/11/2020).

Menteri Siti mengungkapkan, atas arahan Presiden Joko Widodo dan kerja keras semua jajaran dari pusat hingga ke daerah, beberapa provinsi rawan karhutla dapat bebas dari ancaman asap tahun ini, termasuk salah satunya Provinsi Riau.

“Yang paling nyata di Provinsi Riau dan Provinsi Kalbar. Yang bila tidak dijaga kita bisa kecolongan, yaitu pada bulan April – Mei di Riau, dan pertengahan Agustus di Kalbar,” tuturnya.

Apresiasi yang tinggi juga diberikan Menteri Siti kepada jajaran Pemda, TNI, Polri, KLHK, BPPT, BMKG, Swasta, Manggala Agni, Babinsa, Bhabinkamtibmas, unit-unit lapangan BNPB-BPBD, juga pilot-pilot TNI AU yang berjibaku melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di beberapa provinsi rawan, dan juga masyarakat setempat yang senantiasa siap dan sigap dalam penanganan karhutla.

“Anda semua patriot Indonesia. Anda semua pahlawan. Kita telah belajar banyak dari pengalaman masa lalu, dan kita akan terus belajar menghadapi tantangan karhutla di setiap waktu, sehingga arahan Bapak Presiden agar segera terbentuk sistem pengendalian karhutla secara permanen dapat terwujud. Kita sudah exercise di 2020, dan masih perlu kembali exercise di 2021, untuk mencapai solusi permanen tersebut,” ucapnya.

Lihat juga...