Kompetisi Sains Madrasah Tahun Ini Digelar Daring

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Wabah pandemi Covid-19 tidak menghentikan pelaksanaan Kompetisi Sains Madrasah 2020. Event tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) tersebut tetap akan berlangsung, namun secara online atau dalam jaringan (daring).

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSSK) Direktorat Jenderal Pendis, Kemenag, Ahmad Umar mengatakan, meski dilaksanakan secara daring, antusiasme peserta terhadap Kompetisi Sains Madrasah ini sangat tinggi.

“Total ada 66.778 siswa yang mendaftar, terdiri atas 22.120 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), 23.449 siswa Madrasah Tsanawiyah, dan 21.208 siswa Madrasah Aliyah,” terang Umar dalam keterangan tertulis, Kamis (12/11/2020) di Jakarta.

Umar menjelaskan, bahwa Kompetisi Sains Madrasah merupakan wahana bagi siswa madrasah untuk mengembangkan bakat dan minat di bidang sains, sekaligus menumbuhkembangkan budaya kompetisi yang sehat, serta memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual.

“Kompetisi ini juga memberi kesempatan kepada para siswa madrasah untuk menjadi duta Indonesia yang dapat membanggakan bangsa,” tandasnya.

Sementara itu, Kasubdit Kesiswaan KSSK, Nanik menambahkan, bahwa Kompetisi Sains Madrasah memiliki sejumlah keunggulan, meski dilaksanakan pada masa pandemi. Pertama, dari sisi konten, event ini mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains.

Hal tersebut menuntut peserta mendapat bimbingan persiapan minimal dari lima guru, yaitu guru sains (sesuai bidangnya), Fiqih, Alquran Hadis, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan guru IT.

“Pendampingan pada masa persiapan harus dilakukan secara kolaboratif, karena materi kompetisi mengintegrasikan antara ilmu keislaman dan sains,” tukas Nanik.

Kedua, soal-soal yang termuat dalam kompetisi ini menggunakan tiga bahasa, yaitu: Indonesia, Arab, dan Inggris.

“Ketiganya digunakan sehingga menuntut pada siswa untuk menguasai semuanya,” imbuh Nanik.

Keunggulan ketiga, kompetisi ini memanfaatkan teknologi digital berupa Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Artifisial untuk mengukur dan menguji integritas peserta.

“Jadi di aplikasi yang mereka gunakan telah tersedia layanan kamera sehingga itu akan menyorot cara mereka berkompetisi,” tutur Nanik.

Ada pun bidang yang dilombakan, pada jenjang MI, lomba dibagi pada dua bidang: Matematika Terintegrasi dan Sains IPA Terintegrasi.

Untuk MTs, ada tiga bidang lomba, yaitu Matematika Terintegrasi, IPA Terpadu Terintegrasi, dan IPS Terpadu Terintegrasi. Sementara MA, ada lima bidang lomba, yaitu: Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi.

“Pemenang Kompetisi Sains Madrasah akan diumumkan pada 19 November 2020,” tutup Nanik.

Lihat juga...