Komplotan Pencuri Kabel Antar Provinsi Digulung, Modus Palsukan Surat Tugas

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Berpura-pura sebagai karyawan Telkom, termasuk dengan dengan membuat surat palsu sebagai karyawan perusahaan telekomunikasi tersebut, komplotan pencuri kabel beraksi di sejumlah wilayah di Jateng dan Jabar.

Aksi tersebut berhenti, setelah tim Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, berhasil menggulung para pelaku pencurian.

“Direktorat Reskrimum Polda Jateng, berhasil menangkap 14 pelaku pencurian kabel milik Telkom, yang beroperasi di sejumlah wilayah. Tidak hanya di wilayah Jateng, tetapi juga di wilayah Jawa Barat,” papar Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna di sela gelar perkara di Mapolda Jateng, Kamis (12/11/2020).

Para pelaku tersebut, ditangkap di sejumlah tempat berbeda, usai tertangkap tangan saat melakukan aksi pencurian kabel di Jalan Supriyadi Kota Semarang.

“Aksi ini terungkap, setelah saksi berinisial AK mendapat informasi bahwa di Jalan Supriyadi, Kota Semarang ada pekerjaan kabel Telkom. Lalu AK menghubungi rekannya berinisial M, untuk melakukan pengecekan,” paparnya.

Dalam proses pengecekan tersebut, saksi menanyakan kepada pekerja di lokasi, apakah pekerjaan yang dilakukan tersebut resmi. “Pertanyaan tersebut, kemudian dijawab oleh salah seorang pekerja berinisial B, bahwa pekerjaan itu resmi. Bahkan pekerja ini menunjukkan surat resmi dari PT. Telkom Pusat,” tambah Iskandar.

Mendapati hal tersebut, saksi ini kemudian melakukan konfirmasi ke pihak Manager Telkom Witel Semarang. “Ternyata, tak ada pekerjaan di jalan Supriyadi kota Semarang, pekerjaan ada di tempat lain yaitu di Sendangguwo kota Semarang. Atas keterangan tersebut akhirnya kejadian ini dilaporkan ke pihak berwajib,” lanjutnya.

Atas laporan tersebut, tim Polda Jateng bergerak dan mengembangkan kasus tersebut, sehingga ditangkap sebanyak 14 orang pelaku.

“Setiap menjalankan aksi, setiap tersangka ini memiliki peran masing-masing. Dari hasil empat kali aksi pencurian, masing-masing di Kota Semarang, Kabupaten Kebumen serta Cirebon Jawa Barat, komplotan tersebut berhasil menjual kabel curian seharga kurang lebih Rp 150 juta dan dibagi masing-masing tersangka, sesuai perannya,” tandas Iskandar.

Dijelaskan, aksi selalu dilakukan pada malam hari, dengan berpura-pura sebagai petugas Telkom, termasuk dengan menunjukkan surat keterangan palsu. “Aktor pelaku pencurian tersebut, berinisial H, dulu pernah bekerja sebagai pihak ketiga di PT Telkom, jadi dia sudah tahu seluk beluknya seperti apa,” tegasnya.

Sementara, Direskrimum Polda Jateng Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto menambahkan, dalam setiap beraksi komplotan pencuri kabel tersebut, rata-rata bisa membawa sekitar 400 meter kabel curian.

“Mereka ini mengincar tembaga yang ada didalam kabel tersebut. Harganya sekitar Rp 70 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Khusus untuk wilayah Kota Semarang, PT. Telkom Witel Semarang sebagai korban pencurian mengaku mengalami kerugian materil sekitar Rp 120 juta. Ditambah kerugian immateriil, berupa gangguan jaringan telekomunikasi di sekitar Jl Supriyadi Semarang.

“Kita juga sudah mengamankan sejumlah barang bukti, dari tangan para tersangka. Termasuk tiga unit mobil, uang tunai Rp 1,5 juta, empat buah rompi, gergaji besi dan surat tugas palsu. Tersangka kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Lihat juga...