Konsumsi Jamu Peningkat Stamina Meningkat Kala Penghujan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Memasuki musim penghujan tren masyarakat konsumsi jamu herbal meningkat. Sumiem, salah satu pedagang jamu gendong menyebut kondisi peralihan cuaca didominasi penghujan berimbas daya tahan dan kesehatan menurun dan jamu herbal atau terbuat dari sejumlah tanaman obat jadi pilihan.

Bahan jamu herbal yang kerap digunakan sebutnya beradal dari tanaman di kebun miliknya. Sumiem menggunakan jahe, kencur, kunyit, lada, temu lawak, temu giring, sereh hingga kapulaga. Berbagai bahan rempah sebagai warisan tradisi leluhur memiliki khasiat untuk kesehatan. Sistem pembuatan jamu tradisional dilakukan dengan perebusan memakai kayu bakar.

Dibuat menjadi minuman dengan tambahan madu, gula merah, jeruk nipis membuat jamu miliknya banyak diminati. Bagi anak anak ia menyediakan jamu beras kencur yang memiliki rasa manis. Namun bagi orang dewasa jamu dengan dominan rasa pahit banyak diminati. Jamu dengan rasa pahit tersebut dibuat dari sambiroto, kunyit dan campuran bahan jamu lainnya.

“Khasiat jamu herbal yang saya buat dominan untuk menghangatkan badan berupa jahe, sebagian jamu pahitan untuk menjaga stamina tubuh saat penghujan terutama mencegah masuk angin dan meningkatkan stamina tubuh,” terang Sumiem saat ditemui Cendana News, Jumat (13/11/2020).

Usaha minuman kesehatan tradisional ditekuni warga Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan itu sejak puluhan tahun silam. Selain berjualan di pasar ia kerap berkeliling ke perkampungan warga serta area pelabuhan. Sebab pekerja informal seperti tukang ojek, kuli angkut barang menyukai jamu buatannya.

Pedagang jamu lain, Hartinah di Desa Hatta, Kecamatan Bakauheni menyebut minuman kesehatan itu banyak disukai warga. Dikenal sebagai pedagang jamu gendong, minuman jamu miliknya sudah menjadi langganan bagi sejumlah warga.

“Jamu yang saya buat kerap diminati para ibu rumah tangga yang selesai melahirkan, menyusui dan anak anak,”bebernya.

Konsumsi yang meningkat sebutnya terlihat dari jumlah jamu yang terjual. Normalnya dalam sehari ia bisa membawa sekitar 10 liter. Kini semenjak memasuki musim penghujan ia bisa menjual sebanyak 15 liter.

Menjual jamu tradisional dengan memakai motor dilakukan oleh Mumun, warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Ia menyebut bisa berkeliling ke sejumlah desa untuk menawarkan jamu. Jenis jamu yang paling diminati berupa beras kencur yang disukai anak anak dan orang dewasa.

Penikmat jamu herbal sebutnya mengalami peningkatan seiring keinginan menjaga stamina tubuh. Sebagian warga yang ingin meminum jamu secara teratur kerap memintanya untuk datang setiap hari.

“Saat penghujan stamina tubuh kerap drop sehingga meminum jamu meski harganya murah tapi berkhasiat tinggi,” cetusnya.

Yeni, salah satu penyuka jamu menyebut kunyit asem dan beras kencur paling disukainya. Membeli seharga Rp8.000 ia bisa meminum kunyit asem dan beras kencur. Meminum jamu sebutnya efektif untuk menurunkan berat badan dan menjaga stamina tubuh.

Meski ia bisa membuatnya, membeli dari tukang jamu lebih disukainya. Sebab selain takaran tepat jamu yang dibuat lebih nikmat.

Lihat juga...