Kontribusi Nilai Ekspor Sektor Pertanian Tembus 400 Juta USD

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Sektor pertanian menjadi salah satu dimensi ekonomi yang tetap berhasil selalu tumbuh positif di tengah hantaman badai pandemi Covid-19 sepanjang 2020, yakni 2,19 persen kuartal II dan 2,15 persen kuartal III

“Pertumbuhan itu juga sejalan dengan meningkatnya ekspor pertanian sebesar 16,2 persen year on year (yoy) dan 20,8 month to month (mtm) dengan nilai sebesar 400 juta USD,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam rangkaian diskusi Jakarta Food Security Summit, Senin (23/11/2020) secara virtual.

Airlangga mengatakan, bahwa kebutuhan dan pasar pangan sudah sangat besar dan akan terus tumbuh. Namun, perkembangan sektor pangan membutuhkan cara-cara inovatif berbasis teknologi modern, yang mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan pangan yang harganya terjangkau.

“Kita pun harus meningkatkan peran sentral korporasi petani agar dapat mengedepankan nilai tambah on farm maupun off farm. Jadi, saya mendukung model bisnis kolaboratif-inklusif yang bisa mendongkrak sektor pangan sebagai kekuatan ekonomi baru yang membuka lapangan kerja dan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat Indonesia,” tandas Airlangga.

Pada forum yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengolahan Makanan dan Industri Peternakan Juan Permata Adoe menilai, sektor pertanian dan pangan bisa menjadi kunci pendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan syarat didukung oleh percepatan investasi dan memperkuat kemitraan melalui skema public private partnership (PPP) antara petani, pengusaha dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Lihat juga...