Kopdit Pintu Air Bangun Tempat Wisata di Maumere

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Menyikapi animo masyarakat Kabupaten Sikka dalam berwisata mendorong KSP Kopdit Pintu Air di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun tempat sebuah destinasi.

Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Kabupaten Sikka, NTT, Yakobus Jano saat ditemui di lokasi pantai wisata di Kelurahan Wailiti, Minggu (1/11/2020). Foto : Ebed de Rosary

Tempat wisata yang terletak di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kota Maumere ini berada di atas lahan seluas 4 hektare yang berada persis di tepi pantai berpasir putih dan jaraknya hanya 8 kilometer dari pusat Kota Maumere.

“Wisata dalam dunia kehidupan manusia tidak pernah bangkrut karena manusia selalu mencari hiburan,” sebut Ketua KSP Kopdit Pintu Air, Kabupaten Sikka, NTT, Yakobus Jano saat ditemui di lokasi pantai wisata di Kelurahan Wailiti, Minggu (1/11/2020).

Yakobus menyebutkan, pemerintah provinsi NTT juga gencar mempromosikan pariwisata. Menurutnya, sektor ini pun menjadi salah satu sektor andalan dalam meningkatkan pendapatan daerah, sehingga pihak KSKP Kopdit Pintu Air tergerak merambah usaha di sektor pariwisata.

Dirinya optimis pariwisata akan berkembang pesat di Pulau Flores mengingat Labuan Bajo sudah ditetapkan menjadi sebuah destinasi wisata unggulan dan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu destinasi wisata super premium.

“Kita yakin sektor pariwisata di Pulau Flores akan bergeliat dan berkembang pesat dengan adanya penetapan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata unggulan. Untuk itu kita harus siapkan destinasi wisata bukan saja untuk wisatawan asing tetapi wisatawan lokal,” ungkapnya.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi menyebutkan, Pemerintah Provinsi NTT gencar mempromosikan pariwisata di NTT karena sektor pariwisata dapat meningkatkan pendapatan daerah dan NTT kaya akan beragam destinasi wisata yang menarik.

Menurut Nae Soi, dalam pengembangan pariwisata pihaknya selalu mengacu kepada 5 A yakni Atraktif, Akomodasi, Aksesbilitas, Amenitis dan Awareness dalam membenahi pariwisata.

“NTT memikiki atraktif alam dan budaya yang sangat luar biasa dalam menarik minat wisatawan untuk datang ke NTT. Terkait akomodasi kita dorong pendirian home stay dilakukan oleh kelompok masyarakat sementara pengusaha dirikan hotel berbintang,” ujarnya.

Nae Soi sebutkan, terkait aksesbilitas, NTT saat ini masih miskin aksebilitas, dimana jalan, pelabuhan, akses internet dan elektrik masih belum semua terpenuhi.

Untuk itu kata dia, pihaknya terus bekerjasama bersama para pemangku kepentingan untuk membenahinya dan saat ini sudah 87 persen rasio elektrifikasi di NTT.

“Terkait amenitas, kebersihan dan kenyamanan harus ditingkatkan dan sampah harus diperangi. Yang terakhir awareness dimana adanya kepedulian dari masyarakat menjadi kunci penting dalam pengembangan pariwisata,” pungkasnya.

Lihat juga...