Koperasi Tamanmartani Sejahtera Gelar Pelatihan Budi Daya Lele

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Koperasi Tamanmartani Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri menggelar pelatihan usaha budi daya ikan lele dalam ember bagi warga kurang mampu di Desa Cerdas Mandiri Lestari, Tamanmartani, Kalasan, Sleman.

Bertempat di Warung Cafe Damandiri, pelatihan diberikan bagi para penerima program bantuan beasiswa yakni siswa-siswi kurang mampu atau pun anak yatim-piatu. Pelatihan dilakukan secara langsung oleh Manajer Usaha Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Sigit Suryadi.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengatakan, ikan lele dipilih karena merupakan jenis ikan yang mudah dipelihara serta memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Sementara sistem budi daya dalam ember dinilai sebagai sistem budi daya yang paling murah dan terjangkau. Serta bisa dilakukan oleh siapa saja tanpa membutuhkan tempat yang luas.

“Dalam sistem budi daya ini kita menggunakan ember berkapasitas 80 liter. Satu ember bisa diisi bibit lele 50-80 ekor. Karena sesuai perhitungannya 1 ekor lele, bisa tumbuh baik hanya dengan volume 1 liter air,” ujarnya kepada Cendana News, belum lama ini.

Suasana pelatihan budi daya ikan lele sistem dalam ember bertempat di Warung Cafe Damandiri, belum lama ini. Foto: Jatmika H Kusmargana

Jika biasanya sistem budi daya ikan lele dalam ember memadukan sistem aquaponik dengan menenam sayuran di atasnya, maka Koperasi Tamanmartani Sejahtera tidak menerapkannya. Sigit menilai hal itu kurang efektif karena dalam praktiknya tanaman tidak bisa tumbuh maksimal jika dibandingkan ditanam di media tanah.

“Kita mendorong penanaman sayuran seperti terong, cabai atau pun tomat tetap menggunakan media tanah. Baik itu dengan memakai pot atau ditanam langsung di tanah. Karena jika hanya ditaruh di atas ember kolam lele akan kurang maksimal. Selain itu saat mengganti air atau memberi pakan juga menjadi tidak praktis,” katanya.

Salah satu kendala dalam proses budi daya lele dalam ember, menurut Sigit adalah tingkat kematian ikan yang cukup tinggi. Hal itu biasanya disebabkan karena perlakuan yang salah saat awal proses budi daya. Karena itulah Sigit berupaya memberikan pemahaman yang benar kepada para calon penerima program bantuan.

“Saat awal, yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan air agar siap untuk budi daya. Yakni dengan memberikan daun ketepeng, untuk menstabilkan PH air serta menghilangkan kandungan zat-zat kimia pada ember. Setelah didiamkan selama 2 hari air harus dibuang. Lalu diganti air baru, dan ditambahkan daun ketepeng lagi. Baru bibit lele bisa ditebar,” jelasnya.

Pada budi daya ikan lele dalam ember, pemberian pakan cukup dilakukan dua kali sehari. Yakni pagi dan sore. Dalam perhitungannya, satu ekor bibit lele hingga panen hanya membutuhkan pakan sebanyak 4-5 kilogram saja. Dalam waktu 2-3 bulan, lele akan siap dipanen dengan nilai jual Rp18-20 ribu per kilo.

“Pemberian pakan harus diperhatikan. Jangan sampai berlebihan dan bersisa. Karena dapat membuat kualitas air menjadi jelek. Selain itu penggantian air juga harus rutin dilakukan setiap 4-5 hari sekali. Sehingga kualitas air bisa tetap terjaga. Cukup dengan mengganti separuh airnya saja,” katanya.

Lihat juga...