Koperasi Tamanmartani Sejahtera Salurkan Bantuan Stimulan Usaha

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Koperasi Tamanmartani Sejahtera yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri kembali menyalurkan program bantuan beasiswa bagi siswa-siswi kurang mampu di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Tak seperti program beasiswa pada umumnya, bantuan ini diberikan dalam bentuk stimulan usaha berupa paket budi daya ikan lele serta sayur-sayuran. Selain bertujuan mendidik siswa agar memiliki jiwa kewirausahaan, program pemberdayaan ini juga diharapkan mampu mendorong kemandirian para siswa kurang mampu.

“Pada tahap pertama ini ada sebanyak 22 anak yatim piatu yang menerima program beasiswa ini. Satu anak menerima paket budi daya senilai Rp300 ribu. Seluruh sumber pendanaan berasal dari SHU koperasi yang sebagian memang kita alokasikan untuk kegiatan sosial,” ujar Manajer Umum Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Maimunah, belum lama ini.

Manajer Umum Koperasi Tamanmartani Sejahtera, Maimunah, saat dijumpai Cendana News, belum lama ini – Foto: Jatmika H Kusmargana

Bantuan paket budi daya ikan lele itu sendiri terdiri dari bibit lele sebanyak 50 ekor, pakan berupa pelet hingga panen, serta ember sebagai media budi daya. Sementara paket budi daya sayuran diberikan dalam bentuk bibit sayur tomat, terong dan cabai. Lalu ada pula pupuk kandang serta polybag sebagai media atau tempat menanam sayuran.

“Ini merupakan bagian pemberdayaan koperasi pada masyarakat. Dalam hal ini adalah budi daya ikan lele dengan sistem dalam ember serta budi daya sayuran dalam pot. Sehingga sebelum menerima bantuan, mereka kita latih teknik-teknik budi daya yang benar dan baik. Nantinya mereka akan kita dampingi,” ungkapnya.

Menurut Maimunah, bantuan dalam bentuk stimulan usaha semacam ini lebih efektif jika dibandingkan bantuan dalam bentuk uang tunai. Selain mengurangi risiko penyalahgunaan, bantuan dalam bentuk paket budi daya ikan lele serta sayuran ini juga sekaligus dapat mendorong ketahanan pangan.

“Kalau diberikan dalam bentuk uang mungkin akan cepat habis karena nominalnya tidak seberapa. Namun jika diberikan dalam bentuk seperti ini bisa lebih bermanfaat untuk jangka panjang. Bahkan mungkin bisa berkembang menjadi usaha. Minimal bisa dikonsumsi sendiri bersama keluarga,” katanya.

Ke depan, Koperasi Tamanmartani Sejahtera berencana melanjutkan program ini lewat penyaluran tahap kedua. Namun dengan menggandeng dan berkolaborasi dengan pihak-pihak lain. Sehingga diharapkan jumlah siswa-siswi kurang mampu penerima program bantuan bisa lebih banyak dari sebelumnya.

“Di masa pandemi seperti sekarang ini, siswa melakukan kegiatan belajar mengajar secara daring, lebih banyak berada di rumah. Dengan pemberdayaan seperti ini, mereka tentu akan bisa memiliki kesibukan positif.  Tidak hanya sibuk dengan gadget saja,” pungkasnya.

Lihat juga...