Kopi Puntang Citarasa Lengkap Sesuai Musim 

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Kopi Puntang asal Gunung Puntang, Jawa Barat, memiliki keistimewaan tersendiri pada rasa yang lengkap sehingga menjadi primadona bagi penikmat kopi di wilayah Kota Bekasi. 

Bagi Dwi Match Abror, Barista juga pemilik Kafe Kopi Tuah Doa, yang berlokasi di pintu masuk Komplek Bumi Eraska, Kranggan mengakui kopi puntang memiliki rasa lengkap seperti kehidupan. Tak heran kopi tersebut saat ini diburu penikmat kopi.

“Kopi puntang, setiap tahunnya memiliki rasa berbeda. Rasanya dipengaruhi oleh musim seperti matahari dan hujan, contohnya tahun ini kopi puntang memiliki rasa apel dan nanas atau diistilahkan rasa juice,” ungkap Dwi, kepada Cendana News, saat launching kafe Kopi Tuah Doa, Sabtu (21/11/2020).

Dwi pun mengaku, melalui kafe Kopi Tuah ingin fokus memberi edukasi kopi kepada masyarakat. Hal itu dilakukan agar penikmat kopi di Kota Bekasi dan Indonesia bisa bertambah, sehingga petani kopi bisa terbantu dan terus semangat dalam berproduksi.

Menurutnya, sesuai data saat ini produksi kopi di Indonesia merupakan nomor empat terbesar di dunia. Tapi untuk konsumsi Indonesia bertengger di uruta  ke-70 terbesar di dunia. Artinya imbuh Dwi lebih besar produksi dari pada konsumen.

“Ironis bukan, sebagai negara nomor empat terbesar penghasil kopi di dunia. Tapi konsumsi terendah, saya mencoba mengejar itu bagaimana bisa meningkatkan minat konsumsi kopi,” ujar mengaku sudah memiliki empat cabang concern di kafe dengan menu utama kopi puntang.

Dwi Abror, barista Kafe Kopi Tuah Eraska, Sabtu (21/11/2020). -Foto M. Amin

Dikatakan saat ini petani kopi sudah mulai kreatif. Sudah lebih serius, terlihat dari cara merawat untuk menghasilkan biji kopi pilihan. Petani kopi di puntang daerah Bandung berlokasi di Gunung Malabar petani kopi dibina langsung oleh koperasi kalsik Beans memberi pembinaan ke petani mulai dari cara mengolah sampai ke cara produksi.

Optimis pengembangan kafe yang memiliki menu khusus kopi akan terus langgeng. Optimisme Dwi karena kopi diminum dari 500 tahun sebelum masehi.

“Kita percara diri (PD), dengan beragam varian inovasi dari berbagai barista membuat teknik baru dalam menikmati kopi,” ucapnya mengatakan sajian menarik jadi kunci variasi.

Berbagai varian kopi dibuat oleh barista dan diberi nama kekinian agar menarik seperti kopi dengan rasa sirup serta tak lupa menawarkan melalui market place seperti Instagram atau media sosial lainnya.

Dwi, optimis penikmat kopi akan terus bertambah dengan perkembangan yang terjadi sekarang anak muda mulai menikmati dengan menghadirkan suasana berbeda agar menjadi lebih berkualitas.

“Kunci kafe ada tempat, tapi edukasi barista bagi penikmat kopi pemula tentu lebih diperlukan, dengan menyajikan kualitas kopi. Kopi puntang adalah jenis kopi Arabika Tipika,” jelas Dwi sudah dua tahun memulai buka kafe sendiri hingga akhirnya memiliki empat cabang.

Kopi Tuah, menghadirkan konsep berbeda, dengan nuansa kampung dikelilingi oleh taman. Hal tersebut menambah suasana menikmati kopi dengan menghadirkan tempat rapat khusus dan menu tambahan pengganjal lambung lainnya sebagai teman kopi.

Selain kopi puntang ada beberapa varian kopi lainnya seperti kopi sindoro, Sunda gulali atau Ciwidey dengan penyajian melalui manual brew sehingga penikmat kopi bisa  milih sendiri kopi yang disukai.

Lihat juga...