KPU Kota Semarang Kebut Distribusi Logistik Pilwakot

Editor: Koko Triarko

SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang, memastikan distribusi logistik dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwakot) Semarang 2020 berjalan sesuai jadwal. Sejauh ini, logistik yang tersalurkan sudah mencapai 80 persen.

“Kita targetkan distribusi logistik untuk Pilwakot Semarang 2020, selesai pada awal Desember 2020. Sejauh ini, proses pendistribusian sudah berlangsung sejak Selasa (17/11/2020). Mulai dari bilik suara, hand sanitizer, disinfektan, sarung tangan plastik, hingga sabun cuci tangan,” papar Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom, di sela penerimaan surat suara di gudang KPU Kota Semarang, Jumat (20/11/2020) petang.

Termasuk pendistribusian surat suara yang diterima, sebanyak 1.205.124 surat suara, yang baru diterima dari percetakan. Juga 2.000 surat suara cadangan.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Casandra Gultom saat ditemui di Semarang, Jumat (20/11/2020). –Foto: Arixc Ardana

“Untuk surat suara yang kita terima ini sudah tersortir dari percetakan. Nanti akan langsung didistribusikan ke masing-masing kecamatan di Kota Semarang. Untuk selanjutnya, diambil pada saat hari H pelaksanaan Pilwakot di masing-masing TPS,” terangnya.

Dipaparkan, dengan alasan keamanan surat suara tersebut akan distribusikan pada awal Desember 2020, sehingga tidak terlalu lama disimpan di kantor kecamatan.

“Saat ini kita masih menunggu formulir, serta template braille untuk tunanetra. Juga menyelesaikan perakitan kotak suara yang saat ini baru terselesaikan 50 persen dari 3.608 yang ada. Mulai minggu depan, kita sudah bisa mulai pendistribusian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam waktu dekat ini sejumlah logistik Pilwakot juga akan segera datang, termasuk sarung tangan sekali pakai, hand sanitizer, cairan desinfektan, masker kain, face shield, tempat cuci tangan, thermo gun, dan pipet tinta.

“Untuk kebutuhan bilik suara, dibutuhkan 13.788 buah. Angka tersebut berdasarkan kebutuhan masih-masing TPS sebanyak empat bilik suara. Pada Pilwakot 2020, kita ada 3.447 TPS. Bilik suara ini sudah dilakukan distribusi,” terangnya.

Sementara, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Nining Susanti, mengatakan jajaran Bawaslu akan melakukan pengawasan distribusi, mulai dari percetakan ke gudang KPU, hingga dari gudang KPU menuju tempat pengiriman atau TPS.

“Kita pastikan, logistik yang diterima KPU sesuai kebutuhan dan spesifikasi. Misalnya untuk surat suara, spesifikasi kertas, kualitas warna, hingga template atau susunan harus sesuai aturan,” terangnya.

Pengawasan juga dilakukan pada saat pendistribusian logistik ke masing-masing TPS, agar dipersiapkan dengan baik. “Jangan sampai logistik yang dipersiapkan rusak dan tidak terpakai. Kemudian, memastikan logistik tidak tercecer dan diturunkan sesuai tempat tujuan. Pengalaman pemilihan legislatif kemarin ada yang tercecer,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nining menambahkan temuan Bawaslu terkait desain bilik suara dari KPU RI tidak cocok untuk Kota Semarang. Pasalnya, dalam bilik suara tersebut tertulis coblos pada gambar pasangan calon. Dia menilai tulisan tersebut tidak pas, mengingat Pilwakot Semarang 2020 hanya diikuti calon tunggal.

“Kita pastikan setiap bilik suara yang dikirim sudah diperbaiki. Sebelumnya kami berikan saran, agar tulisan tersebut ditutup dengan stiker putih,” tandasnya.

Lihat juga...