KPU Yalimo Siapkan TPS Khusus untuk Warga Gejala COVID-19

Dua calon kepala daerah Kabupaten Yalimo, saat mengikuti debat kandidat yang digelar oleh KPU setempat – Foto Ant

WAMENA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua, menyediakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus, untuk warga yang memiliki gejala reaktif virus COVID-19.

Komisioner KPU Yalimo, Zeth Kambu mengatakan, penyelenggara tingkat bawah wajib melakukan pengukuran suhu tubuh, bagi setiap warga yang datang ke TPS untuk menyalurkan hak politik. “Kalau ada warga yang suhunya lebih dari 37 derajat atau lebih, maka kami pisahkan untuk dapat memilih sendiri. Di setiap TPS akan dilakukan seperti itu,” katanya, Sabtu (14/11/2020).

Menurutnya, hal tersebut termasuk salah satu instruksi pimpinan, untuk diterapkan sebagai bagian dari protokol pencegahan COVID-19. “Pada hari pencoblosan, kita siapkan masker, pencuci tangan, menjaga jarak termasuk memeriksa suhu,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah TPS untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, pada 9 Desember mendatang, sebanyak 280 lokasi, yang tersebar di lima distrik. Zeth memastikan, berbagai tahapan dalam rangka pemilihan kepala daerah saat ini telah berjalan dengan baik dan lancar. Saat ini sudah memasuki tahapan sosialisasi sistem rekap elektronik.

Zeth Kambu mengatakan, dengan sistem tersebut penyelenggara pemilihan di tingkat bawah, tidak lagi memasukkan hasil pencoblosan pada C1 hologram. “Yang dahulunya masuk pada C1 hologram, namun kali ini hanya C1 hasil. Jadi langsung difoto di TPS, diinput dan dikirim ke KPU. Jadi hasilnya pada hari yang sama juga bisa kita ketahui siapa yang menang, siapa yang tidak,” katanya.

Cara ini ampuh untuk mencegah terjadinya penyelewengan hasil perolehan suara pada pemilihan kepala daerah. “Secara teknis akan direkap secara bertahap dari KPPS ke tingkat distrik, sedangkan hasilnya sudah diinput langsung, jadi kalau ada perubahan di tingkat PPD maka secara sistem akan ditolak ketika di pleno di tingkat kabupaten,” katanya.

Tahapan yang baru dilalui adalah debat dua calon. Debat pertama dilakukan di Jayapura dan disiarkan melalui salah satu stasiun televisi. Sementara debat kedua digelar di Kabupaten Yalimo pada 28 Oktober dan 11 November. “Sementara untuk tahapan kampanye, terakhir pada 5 Desember. Mekanisme secara teknis diatur masing-masing paslon, baik tempat dan kapan, tetapi mereka harus berkoordinasi dengan KPU serta aparat keamanan,” tegasnya.

Ia memastikan, pemilihan di Yalimo tidak menggunakan sistem noken seperti yang berlaku di beberapa kabupaten di wilayah pegunungan tengah Provinsi Papua. “Selama ini, kami di Yalimo tidak menggunakan sistem noken. Kami secara reguler, atau sistem kotak, dan masing-masing menyampaikan hak pilihannya dan tahun ini semua tahapan melalui protokol pencegahan COVID-19,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...