Kue Cucur, Si Manis Legit yang Historis

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kue cucur mungkin kalah tenar dengan donut di masa sekarang ini. Tapi jangan salah, kue cucur ini ternyata dikenal di seluruh Asia. Tentunya, dengan nama yang berbeda. Bahkan di Indonesia, kue cucur ini memiliki makna sakral. 

Ina Farida, salah satu pembuat kue cucur, menyebutkan membuat kue cucur tidak susah, asal sudah memahami triknya.

“Tidak seperti pemahaman masyarakat pada umumnya, yang menyatakan kesulitan membuat cucur, saya sendiri tidak pernah kesulitan. Bahannya pun mudah didapat. Dan yang paling penting, keluarga saya sendiri menyukai kue ini,” kata Ina, saat membuat cucur, Sabtu (14/11/2020).

Ia menjelaskan, untuk membuat cucur, yang pertama kali harus dilakukan adalah membuat cairan gula merah yang berasal dari gula merah, gula pasir, air dan garam.

Ina Farida, karyawan salah satu bank dan anggota komunitas cookpad yang antusias untuk memperkenalkan kue tradisional kepada generasi muda, Sabtu (14/11/2020). –Foto: Ranny Supusepa

“Dipanaskan di atas api sedang, lalu diaduk-aduk hingga semua gula merah dan gula pasir larut. Kalau sudah mendidih, angkat dan biarkan dingin,” ucapnya.

Lalu, campurkan tepung beras dan tepung terigu, aduk hingga rata dan masukkan larutan gula tersebut sambil disaring.

“Masukkan sedikit-sedikit, sambil diaduk pelan-pelan. Nah, untuk mendapatkan serat pada kue cucur, adonan yang sudah rata ini didiamkan dulu minimal 4 jam. Lebih bagus lagi kalau semalaman di suhu ruang,” ucap wanita yang tergabung di grup cookpad ini.

Kalau adonan sudah siap, baru disiapkan penggorengan yang berbentuk cekung dan tuangkan minyak goreng.

“Minyaknya tidak banyak, asal cukup untuk menggoreng satu adonan saja. Api juga kecil saja. Kalau minyak sudah panas, tuangkan satu sendok sayur adonan. Minyaknya bisa kita siram-siram ke bagian atas cucur sampai tidak ada lagi adonan yang keluar. Angkat. Jadi, deh,” kata Ina sambil tersenyum.

Mengenai sejarah kue cucur di Indonesia, Ina mengaku tidak tahu banyak. Hanya ia menyebutkan, bahwa kue cucur ini dikenal tidak hanya di Indonesia, tapi juga negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, bahkan India.

“Kalau di Indonesia sendiri, kue cucur mungkin dikenal oleh generasi sekarang sebagai penganan ringan. Tapi, sebenarnya kue cucur memiliki kaitan erat dengan beberapa upacara adat di seluruh Indonesia,” ujar Ina.

Di Jawa, kue cucur digunakan sebagai salah satu hantaran pengikat tali kasih (peningset pelengkap) dari pihak pria kepada pihak wanita, setelah lamarannya diterima oleh pihak wanita.

Di Yogyakarta, kue cucur juga dijadikan sajian bagi tamu yang berkunjung ke rumah, selain sebagai sesajen saat acara selametan.

Di Madura, kue cucur disebut kocor dan digunakan sebagai salah satu makanan hantaran dari pihak lelaki kepada pihak perempuan pada upacara pernikahan.

Di Sumatra Barat, setelah acara akad nikah, pihak perempuan wajib berkunjung ke rumah mertua atau disebut dengan upacara manjalang mintuo, Batandang, mahanta nasi, manyaok kandangatau mahanta nasi katunduakan, mahanta bubue. Pada upacara ini, pihak keluarga wanita wajib membawa kue yang berbentuk bulat seperti pinyaram (cucur). Ada pula tradisi maanta juadah, yaitu pihak wanita mengantarkan juadah kepada pihak pria. Ada pun juadah terdiri dari enam macam kue yang salah satunya ialah cucur.

Di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, para nelayan biasa mengadakan upacara ritual dan jamuan laut yang bertujuan untuk melindungi nelayan ketika menangkap ikan dan melindungi daerah tersebut dari wabah penyakit. Para nelayan menyiapkan kue-kue yang melambangkan suku-suku yang ada di daerah tersebut, dan salah satu kue yang dibuat persembahan ialah kue cucur.

Kue cucur digunakan sebagai lambang suku Keling. Berdasarkan perlambang ini, diduga kue cucur dibawa oleh pedagang India yang datang ke pulau Sumatra.

Di Sulawesi Utara, terdapat cerita bahwa seorang gadis yang tidak dapat membuat kue cucur dengan baik, dia tidak diperkenankan untuk menikah. Dan, di Gorontalo, kue cucur disajikan saat panen padi.

“Jadi, kalau ditanya kue cucur ini asli Indonesia atau bukan, saya juga gak jelas. Tapi, kue cucur ini memiliki nilai historis di masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Lihat juga...