Lahan Pertanian di Purbalingga Tak Terdampak Banjir

Editor: Koko Triarko

PURBALINGGA – Berbeda dengan kabupaten lain yang dilanda banjir, Kabupaten Purbalingga justru aman dengan curah hujan masih normal. Lahan pertanian di Purbalingga juga tak terdampak banjir.

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, mengatakan hujan yang turun justru sangat bermanfaat bagi para petani yang sedang mengolah lahan dan mulai menanam.

“Hujan itu hanya sedikit mengganggu untuk para petani yang sedang panen, karena hasil panennya terkena air hujan dan berpotensi menurunkan kualitas hasil panen. Namun, dengan adanya alat panen yang kita berikan, yaitu power thresser, mesin panen combine harvaster, bisa mempercepat proses panen dan ini menjadi solusi bagi petani yang sedang panen,” kata Mukodan kepada Cendana News, Senin (2/11/2020).

Kepala Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Mukodam, di kantornya, Senin (2/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurutnya, penggunaan alat panen tersebut mempercepat proses memanen dan mengurangi risiko penurunan kualitas hasil panen.

Sepanjang Oktober kemarin, luasan lahan pertanian yang panen di Kabupaten Purbalingga mencapai 4.106 hektare. Luasan panen tersebut menurun dibanding bulan sebelumnya, di mana lahan yang panen mencapai 4.801 hektare. Jika ditotal sepanjang 2020 ini, mulai Januari hingga Oktober, luasan lahan panen di Kabupaten Purbalingga sudah mencapai 30.000 hektare lebih.

“Bulan ini sampai dengan Desember nanti, kita pekirakan masih ada yang panen, karena dari hasil perhitungan kita, produksi panen tahun ini bisa mencapai 213.6000 ton lebih gabah kering giling (GKG),” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, sejak masuk bulan Juli lalu, Kabupaten Purbalingga mulai dilanda kemarau. Minimnya air membuat hasil panen tidak maksimal, sebagian petani mengalami penurunan hasil panen rata-rata sampai 0,5 ton per hektare.

Dan, selama dua minggu terakhir, intensitas hujan mulai tinggi. Bahkan, tingginya curah hujan menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Banyumas, Cilacap dan Kebumen banjir dengan ketinggian air hingga 1 meter. Lahan pertanian juga banyak yang terendam banjir dan puso.

Namun, curah hujan di Kabupaten Purbalingga relatif normal, sehingga sangat membantu petani yang mulai menanam padi dan kesulitan air.

Salah satu petani di Purbalingga, Sugito, mengatakan, curah hujan sempat tinggi dua hari lalu, namun tidak sampai menimbulkan banjir, karena tidak berlangsung lama. Sehingga, tanaman padi miliknya masih aman dari genangan air.

“Kalau padi baru tanam, tidak boleh kekurangan air, dan sebaliknya juga tidak boleh kelebihan air, apalagi sampai terendam. Beruntung hujan tidak terlalu lama, jadi masih aman,” tuturnya.

Lihat juga...