Lahan Pertanian Terendam Paling Banyak di Kecamatan Sumpiuh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — Lahan pertanian yang terendam banjir paling banyak di wilayah Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, mencapai 409 hektare. Hal tersebut karena beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu diperbaiki serta adanya pendangkalan dan menyempitan sungai.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Tambak-Sumpiuh, Edy Furyanto di Banyumas, Senin (9/11/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum (PU) Wilayah Tambak-Sumpiuh, Edy Furyanto mengatakan. DAS di Sungai Tipar Kemranjen serta DAS Sungai Ijo di Tambak perlu diperbaiki. Mengingat saat ini jika turun hujan deras, guyuran air tidak mampu meresap di DAS, tetapi langsung masuk ke saluran sungai dan saluran pembuangan lainnya.

Padahal, lanjutnya, kondisi beberapa sungai yang ada seperti Sungai Tipar dan Sungi Ijo, saluran pembuangannya memerlukan normalisasi, karena adanya pendangkalan sedimen serta penyempitan sungai.

“Kita sudah koordinasikan dengan Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) dan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Propinsi Jawa Tengah, intinya perlu ada perbaikan DAS, sedimentasi sungai dan pintu-pintu klep, supaya lahan petani tidak terendam saat hujan deras,” kata Edy Furyanto, Senin (9/11/2020).

Lebih lanjut Edy menjelaskan, selain di Kecamatan Sumpiuh, banjir juga masih menggenangi area persawahan di Kecamatan Kemranjen. Antara lain di Desa Grujugan lahan yang terendam seluas 115 hektare dan di Desa Sirau seluas 225 hektare.

Sedangkan di Kecamatan Tambak, area pertanian yang terendam antara lain di Desa Gumelar Kidul seluas 30 hektare, Desa Karangpetir ada 50 hektare, Karangpucung 20 hektare dan Desa Gebangsari seluas 40 hektare.

“Seluruh area sawah yang terendam belum ada yang ditanami, semua petani baru mulai mengolah lahan, sehingga kerugian bisa diminimalisir,” katanya.

Sementara itu, untuk wilayah Kecamatan Sumpiuh sendiri, area pertanian yang terendam, paling banyak di Desa Kuntili ada 100 hektare, kemudian di Desa Kemiri 90 hektare, Desa Karanggedang 60 hektare, Pandak 50 hektare, Lebeng 20 hektare, Selandaka 30 hektare dan di Kelurahan Sumpiuh 49 hektare.

“Untuk wilayah Sumpiuh ini genangan air sudah mulai surut, semoga saja tidak turun hujan deras lagi,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu petani di Sumpiuh, Daldiri mengatakan, sebenarnya ia ingin segera menanam padi, selagi masih tersedia air hujan. Namun, karena limpahan dari sungai, air hujan justru terlalu banyak dan menggenangi sawah.

“Niat untuk mempercepat tanam padi terpaksa dibatalkan daripada tanaman rusak karena terendam,” ucapnya.

Lihat juga...