Langgar Aturan Ribuan APK Pilwakot Semarang, Ditertibkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Ribuan Alat Peraga Kampanye (APK) dalam Pilwakot Semarang ditertibkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang, Selasa (3/11/2020).

Tim gabungan penertiban APK/APS terdiri dari Polrestabes, Kesbangpol, Satpol PP, KPU, Dishub, Disperkim, Distaru, Dinkes dan Kabag Otda Setda Kota Semarang.

“Sebanyak 2.500 APK/APS kita tertibkan karena menyalahi aturan, mulai dari baliho, spanduk serta bendera. Rata-rata melanggar pemasangan, karena tidak sesuai Peraturan Walikota Nomor 65 Tahun 2018 serta PKPU 11 Tahun 2020 Pasal 28, 29 dan 30,” papar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini di sela kegiatan.


Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini, di sela kegiatan penertiban APK di Semarang, Selasa (3/11/2020). Foto: Arixc Ardana

Dipaparkan, jenis pelanggaran tersebut meliputi pemasangan APK di tempat yang menyalahi aturan, dipasang di selain lokasi yang ditetapkan KPU, atau melebihi jumlah yang ditetapkan dan tidak sesuai ukuran.

Sesuai dengan SK KPU Nomor 465 tentang Juknis Kampanye Pilkada 2020, bentuk APK, meliputi baliho paling besar ukuran 4 meter x 7 meter, billboard atau videotron paling besar ukuran 4 meter x 8 meter, umbul-umbul paling besar ukuran 5 meter x 1,15 meter atau spanduk paling besar ukuran 1,5 meter x 7 meter.

“Terbanyak karena baliho tidak sesuai ukuran, spanduk dipasang melintang di jalan, atau di tempat yang dilarang,” tambahnya.

Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya telah memberikan rekomendasi APK yang melanggar kepada KPU Kota Semarang, untuk kemudian diteruskan kepada tim kampanye, agar ditertibkan secara mandiri.

“Kita sudah sampaikan ke KPU Kota Semarang pada tanggal 27 Oktober 2020, dan diteruskan ke tim kampanye, namun hingga batas waktu yang ditentukan, tidak dipenuhi, sehingga kita lakukan tindakan penertiban,” tandasnya.

Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kota Semarang, Arief Rahman, menambahkan, penertiban APK dilakukan dalam empat tim.

“Kita bagi dalam empat tim. Tim Timur meliputi Jalan Pandanaran, Simpang Lima, Ahmad Yani, Majapahit, Fatmawati, Kedungmundu, Sriwijaya dan Pahlawan,” jelasnya.

Tim Barat meliputi wilayah Jalan Soegijapranata, Siliwangi, Jenderal Sudirman, Prof Hamka dan Cangkiran.

“Sementara untuk wilayah selatan, mulai dari jalan Soetomo, Kariadi hingga Setiabudi. Sedangkan untuk wilayah utara, meliputi Arteri Yos Sudarso, Kaligawe, Citarum, Johar hingga Pemuda,” lanjut Arief.

Secara umum, penertiban berjalan lancar, hanya saja pihaknya kesulitan dalam penertiban baliho ukuran besar dan tinggi.

“Mobil crane yang digunakan berukuran tidak terlalu besar, sehingga jangkauannya kurang tinggi. Namun bisa diatasi, dengan menggunakan alat tambahan,” terangnya

Pihaknya juga sudah memberikan instruksi kepada Panwaslu Kecamatan dan Panwaslu Kelurahan se-Kota Semarang, untuk berkoordinasi dengan Kasi Trantib melakukan penertiban di wilayah kelurahan dan kecamatan masing-masing.

“Kita berharap, dengan adanya penertiban APK ini, pelanggaran serupa tidak dilakukan lagi,” pungkasnya.

Lihat juga...