Lawar Daun Singkong Bercampur Teri Kuliner Khas Sikka

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Lawar merupakan salah satu jenis kuliner yang banyak dikonsumsi masyarakat Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) terutama lawar dari daun singkong yang mudah dijumpai di jual di pinggir jalan raya utama menjelang malam hari.

Lawar daun singkong merupakan salah satu jenis lawar yang tergolong mudah dalam pembuatannya dan mempergunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di pasar tradisional.

“Untuk membuat lawar daung singkong dan dicampur sedikit ikan teri caranya sangat mudah,” sebut Maria Magdalena, warga kelurahan Wailiti, Kota Maumere, saat ditemui Cendana News di rumahnya, Sabtu (28/11/2020).

Maria menjelaskan, pertama-tama siapkan daung singkong dan ambil helai daung daung singkong yang tidak terlalu tua agak lebih cepat direbus dan dimasak serta seratnya tidak  terlalu keras.

Ia melanjutkan, siapkan kelapa setengah tua dibersihkan lalu diparut serta bumbunya terdiri dari bawang merah, cabe keriting, sedikit tomat, garam dan penyedap rasa secukupnya.

“Daun singkong yang sudah dipilih diiris kecil-kecil terlebih dahulu lalu direbus hingga air mendidih dan dibiarkan hingga sekitar 20 menit hingga daun singkong menjadi lembek,” urainya.

Maria menambahkan, setelah lembek dan matang, angkat daun singkog dan tiriskan airnya hingga benar-benar kering. Iris bawang merah dan cabe keriting serta tomat hingga berukuran kecil.

Maria Magdalena, warga Wailiti, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (28/11/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Disebutkannya, karena dicampur dengan ikan teri asin maka ikan teri dicuci bersih lalu dimasak di air mendidih hingga matang lalu diangkat dan tiriskan airnya hingga benar-benar kering terlebih dahulu.

“Masukan daun singkong yang sudah matang tersebut ke dalam sebuah wadah selanjutnya masukan irisan bawang merah,cabe keriting dan tomat serta kelapa parut,” terangnya.

Maria mengatakan, remas campuran daun singkong, kelapa parut serta bumbu tersebut dengan tangan sambil diaduk hingga merata. Masukan penyedap rasa sambil diaduk agar bumbunya benar-benar meresap dan tercampur merata.

“Sesudahnya masukan ikan teri lalu aduk kembali hingga merata lalu tutup hingga setengah jam lalu diangkat dan siap dihidangkan untuk disantap bersama,” tuturnya.

Warga Kota Maumere lainnya, Rensiana Wego menyebutkan, biasanya lawar daun singkong tidak dicampur dengan ikan teri asin namun ada juga yang mencampurnya.

Rensi sapaannya mengatakan, lawar daung singkong banyak dijual pedagang di pinggir jalan raya utama di Kota Maumere bersamaan dengan singkong dan pisang rebus serta ikan bakar.

“Lawar daun singkong sering dijual dengan harga murah karena dengan membeli seharga Rp10 ribu kita sudah mendapatkan satu piring besar lawar. Paling enak dikonsumsi dengan ikan bakar dan singkong serta pisang rebus,” ucapnya.

Lihat juga...