Libur Panjang di Jateng, Enam Orang Positif Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Selama libur panjang, 28 Oktober 2020-1 November 2020, Dinas Kesehatan Jateng menggelar tes rapid dan swab secara random atau acak bagi para pemudik yang melintas di wilayah Jateng. Termasuk tes screening Covid-19 bagi para wisatawan di sejumlah obyek wisata di Jateng.

Hasilnya, dari  tes yang dilakukan secara acak kepada 2.645 orang, sebanyak 119 diantaranya dinyatakan reaktif. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan dilakukan swab atau tes usap, hasilnya 6 orang dipastikan positif Covid-19.

“Selama libur panjang 28 Oktober hingga 1 November, kita menggelar random tes di 11 lokasi, ini bertambah dari awalnya hanya tujuh lokasi, baik di tempat wisata atau pun titik jalur mudik. Diantaranya di gerbang tol Kalikangkung, sejumlah rest area, dermaga Karimunjawa, Jembatan Timbang Ajibarang, Terminal Pati dan lainnya,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, usai rapat penanganan Covid-19 di kantor Gubernur Jateng, Semarang, Senin (2/11/2020).

Dipaparkan, pihaknya juga langsung melakukan tracing kontak wisatawan yang kedapatan positif kasus Covid-19 itu. Dari enam kasus tersebut, empat diantaranya berasal dari wisatawan asal Medan, Semarang, Tangerang dan Trenggalek.

“Kita juga sudah lakukan koordinasi dengan pemerintah daerah asal suspect Covid-19, dan sudah ditindak lanjuti,” ucapnya.

Dijelaskan, tes random juga dilakukan oleh masing-masing dinas kesehatan di 35 kabupaten kota di Jateng, bekerjasama dengan dinas terkait.

Sementara, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinoeng Nugroho Rachmadi,  memaparkan pihaknya memastikan selama libur panjang lalu, seluruh tempat wisata di Jateng, sudah menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

“SOP sudah dijalankan dengan baik, termasuk adanya pemeriksaan suhu badan bagi pengunjung sebelum masuk ke lokasi obyek wisata, serta penerapan protokol kesehatan dengan wajib memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan atau memakai hand sanitizer,” terangnya.

Pihak pengelola juga melakukan patroli atau pengawasan, agar pengunjung tetap menerapkan protokol kesehatan selama di dalam lokasi obyek wisata.

“Untuk konfirmasi mereka yang positif Covid-19, ada di beberapa tempat wisata, laporan kemarin bukan hanya di Borobudur. Ada juga di Umbul Ponggok dan Umbul Pelem di Kabupaten Klaten. Jadi ada dua wisatawan di Klaten yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Serta ditambah empat orang, yang akan masuk ke Borobudur, jadi total sementara ada 6 orang,” jelas Sinoeng.

Sementara, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menandaskan adanya random test tersebut sebagai antisipasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19, terutama bagi mereka yang masuk kategori OTG.

“Selain rapid test, kita juga lakukan tes swab atau PCR, yang diikuti 67 orang. Termasuk ada wisatawan di Borobudur juga diswab. Ini menjadi upaya kita untuk mencegah penyebaran Covid-19. Apalagi kemarin libur panjang, banyak yang mudik, jumlah wisatawan juga meningkat,” terangnya.

Pihaknya juga masih dalam posisi siap siaga hingga dua minggu ke depan, sebagaimana waktu inkubasi yang dibutuhkan oleh virus corona. “Kita siaga dan tunggu hingga dua minggu ke depan. Mudah-mudahan tidak ada penambahan angka Covid-19 dari masa libur panjang kemarin,” tandasnya.

Sejauh ini, kasus aktif dan kematian akibat Covid-19 di Jateng, secara umum sudah mulai mengalami penurunan, meski ada beberapa daerah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan.

“Jika dilihat dari data nasional, dengan perbandingan waktu 19 September – 25 Oktober 2020 dengan 26 – 31 Oktober 2020. Angka penurunan kasus Covid-19 tertinggi, pertama DKI Jakarta, lalu Jabar, disusul Jateng. Kemudian penurunan angka kematian akibat Covid, pertama Jabar, DKI dan ketiga Jateng,” terangnya.

Sementara, untuk kasus Covid-19 tertinggi mingguan berdasarkan kabupaten/kota di Jateng, peringkat pertama ditempati Kabupaten Tegal, sedangkan penurunan tertinggi di Kudus dan Wonosobo. Sedangkan angka kematian tertinggi akibat Covid-19, juga ditempati Kabupaten Tegal, untuk penurunan tertinggi di tempat Kabupaten Wonosobo.

“Rupanya Kabupaten Tegal menjadi PR terbesar kita saat ini, dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 serta menekan angka kematian akibat penyakit tersebut. Kita harapkan seluruh pihak, bupati, pemda dan masyarakat, bisa saling bahu membahu agar angka Covid-19 bisa terus ditekan,” pungkasnya.

Lihat juga...