Libur Panjang Maulid, Gunung Kidul Raup Pendapatan Rp413,8 Juta

Ilustrasi suasana salah satu objek wisata pantai di Gunung Kidul – Foto Ant

GUNUNG KIDUL – Selama libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW, objek wisata di Gunungkidul didatangi sekira 53.102 orang wisatawan. Kehadiran wisatawan tersebut mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp413,8 juta.

“Hari ini, data kunjungan wisatawan belum masuk seluruhnya. Namun berdasarkan data sementara total kunjungan sementara total kunjungan sekitar 53.102 orang wisatawanm dengan PAD sekitar Rp413,8 juta,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Hary Sukmono, Minggu (1/11/2020).

Ia mengatakan, Dispar memprediksi puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Sabtu (31/10/2020) dan Minggu (1/11/2020). Namun data sementara menunjukan, puncaknya terjadi pada Kamis (29/10/2020), dengan total pengunjung mencapai 21.000 orang.

Dari total kunjungan tersebut, kawasan pantai masih mendominasi pengunjung wisata di Gunung Kidul. Setelah objek wisata pantai, kawasan wisata lain yang banyak dikunjungi adalah, Gunung Api Purba Nglanggeran, Air Terjun Sri Getuk, dan Gua Pindul. “Kami bersama pelaku wisata berusaha memecah kunjungan wisatawan supaya tidak berpusat di objek wisata pantai. Hasilnya cukup memuaskan, dan kunjungan wisatawan tersebar di seluruh objek wisata di Gunung Kidul, meski tidak sebanyak seperti di pantai,” jelasnya.

Hary mengatakan, dalam uji coba terbatas masa pandemi, pihaknya menekankan pada protokol kesehatan yang ketat kepada pengunjung. Seperti wajib mengenakan masker, dan menjaga jarak di kawasan objek wisata.

Harapannya tidak ada klaster baru dari kawasan wisata. “Kami selalu menekankan kepada pelaku wisata dan jasa usaha pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat supaya tidak menimbulkan klaster dari sektor pariwisata,” katanya.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul, Surisdiyanto mengatakan, sejak Kamis (29/10/2020), pihaknya melakukan operasi yustisi bersama tim gabungan. Total hingga hari Minggu (1/11/2020) ada 1002 wisatawan, yang tertangkap tidak menggunakan masker atau menggunakan tidak dengan cara yang benar.

“Sebagian besar menaruh masker di dagu, atau diletakkan dalam saku. Kami meminta mereka untuk membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya. Selain itu ada sanksi sosial misalnya nyanyi,” kata Surisdiyanto. (Ant)

Lihat juga...