Libur Panjang Tak Dongkrak Pengunjung Wisata Lembang

Wisatawan memadati Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu di masa libur panjang – Foto Ant

BANDUNG – Sejumlah pengelola destinasi wisata, yang ada di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menyebut, libur panjang akhir Oktober 2020, belum mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.

Seperti yang dialami oleh destinasi wisata Farmhouse, Floating Market, dan The Great Asia Africa. Humas PT Perisai Group, Intania Setiati, yang menaungi tiga destinasi wisata tersebut mengatakan, ada beberapa faktor penyebab belum terpenuhinya target jumlah pengunjung. “Mungkin karena masih musim COVID-19, kemudian PSBB Jakarta ditambah, dengan setiap hari sering turun hujan,” kata Intan, di Bandung Barat, Minggu (1/11/2020).

Kemudian juga ada faktor seperti ajakan untuk tidak keluar rumah selama libur panjang, untuk meminimalisir terjadinya penyebaran COVID-19. Meski belum menyamai seperti sebelum adanya pandemi, namun pada libur panjang ini jumlah pengunjung sedikit naik bila dibandingkan dengan kondisi saat adanya libur panjang sebelumnya.

“Kita prediksi, kunjungan wisatawan di libur panjang kali ini bisa di angka 40 sampai 45 persen, tapi meleset. Syukur-syukur akhir tahun nanti pandemi sudah berakhir, kalau belum, ya mungkin kondisinya masih seperti ini,” tambah Intan.

Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Parahu, Ruslan Kaban mengatakan, masa libur panjang akhir Oktober 2020 ini juga dirasa tidak seperti libur panjang sebelumnya. “Sekarang kalau tak salah sudah tiga kali ada libur panjang (selama pandemi COVID-19), paling banyak pengunjung itu waktu libur panjang pertama,” katanya.

Meski belum beroperasi normal, menurutnya, ia masih mempekerjakan seluruh pegawai di TWA Gunung Tangkuban Parahu. “Semuanya, pegawai kita masuk, di atas (kawah) ada petugas yang pakai pengeras suara untuk meminta masyarakat terapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Manager Operasional Lembang Park and Zoo, Iwan Susanto mengatakan, jumlah pengunjung belum mencapai batas kapasitas sesuai aturan selama pandemi COVID-19. “Rata-rata antara 3.000 sampai 3.500 orang, padahal kita dibolehkan menerima pengunjung 50 persen dari total kapasitas tempat atau sekitar 5.000 pengunjung,” kata Iwan.

Meski begitu, Iwan menyebut, pihaknya tetap mewajibkan pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. “Di pintu masuk antre berjarak satu meter dan di lapangan ada imbauan juga agar setiap pengunjung wajib pakai masker,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...