Liga 1 Digelar Februari Tetap Tanpa Degradasi

Sejumlah maskot dari kesebelasan peserta Liga 1 Indonesia mengikuti pembukaan kompetisi Sepak Bola Liga-1 Indonesia di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/2/2020) – Foto Dok Ant

JAKARTA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) memastikan, kompetisi Liga 1 Indonesia yang direncanakan lanjut pada Februari 2021, tetap digelar tanpa degradasi. Kendati demikian, tetapi bakal ada klub promosi dari Liga 2.

“(Liga 1 tanpa degradasi) Iya masih, tapi promosi tetap ada dari Liga 2,” ujar Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Sabtu (14/11/2020).

Akhmad mengatakan, Liga 1 Indonesia tak akan dimulai dari awal. Klub-klub peserta tetap akan melanjutkan petualangannya yang tertunda, sejak Maret 2020, imbas pandemi COVID-19 di Tanah Air. Klub baru menjalankan tiga laga, sebelum kompetisi ditangguhkan. Dan Persib Bandung, akan mengawalinya di posisi puncak, setelah menyapu bersih laga-laga awal yang telah dilakoni.

Dihapuskannya sistem degradasi tersebut menuai pro-kontra di kalangan pecinta maupun pelaku sepakbola. Alasannya, klub-klub dianggap tak akan memiliki gengsi, maupun ambisi untuk menjadi tim yang terbaik.

Di sisi lain, PSSI dan LIB memiliki alasan tersendiri mengapa tetap menghapuskan sistem degradasi tersebut. Beberapa pertimbangannya, karena situasi yang belum normal dari pandemi. Kekhawatiran ada pemain yang tertular, dan membuat laga berjalan tidak menarik, serta banyak tim yang ditinggal pemain kunci. “Waktu itu pertimbangannya khawatir ada klub yang pemainnya terpapar COVID-19 dan menurunkan kualitas. Kalau kondisinya begitu kompetisi jadi tidak fair (adil),” tandasnya.

Meski tidak ada degradasi, Akhmad berharap, liga tetap berjalan kompetitif dan ingin para pemain tetap serius, menatap kompetisi agar bisa terjaga kualitasnya. Bagi Akhmad, keseriusan itu bakal membuktikan bahwa sepakbola Indonesia bisa hidup di tengah pandemi. “Harapan sih bergengsi karena semangat, pemain semua dengan tanpa adanya degradasi, tapi minimal kita menunjukkan ke masyarakat bahwa bola tetap hidup dan enak tonton,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...