Liga Champions Asia dan Piala AFC 2021 Diusulkan Tersentralisasi

Logo Federasi Sepak Bola Asia (AFC) – Foto Ant

JAKARTA – Gelaran Liga Champions Asia dan Piala AFC 2021, diusulkan digelar tersentralisasi, menyudul adanya pembatasan bepergian di sejumlah negara terkait pandemi COVID-19.

Wacana itu muncul dalam rapat virtual Konfederasi Sepak Bola Asia, AFC. “Pembahasan jadwal kick off dan final hingga wacana menyelenggarakan kompetisi secara sentralisasi, akibat penyesuaian era normal baru terkait pembatasan atau larangan bepergian selama pandemi COVID-19,” tulis laporan PSSI, Rabu (11/11/2020).

Namun usulan ini masih akan terus dibahas oleh anggota komite kompetisi AFC, demi mendapatkan jadwal yang ideal di tengah pandemi. Termasuk format pertandingan yang akan digunakan nantinya. Selain itu, pertandingan ketujuh dan delapan putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, mau tak mau mesti selesai dengan batas waktu sebelum 15 Juni 2021. Sementara babak kesembilan dan sepuluh digelar di Juni.

Adapun soal Piala Asia U-19, AFC telah menetapkan jadwal baru yang akan berlangsung pada 3 hingga 20 Maret 2021, setelah mengalami penundaan pada tahun ini akibat pandemi COVID-19 yang belum terkendali.

PSSI, yang diwakili anggota eksekutif PSSI Endri Erawan mengatakan, komite kompetisi AFC akan kembali mengadakan rapat dalam waktu dekat ini. Tujuannya, untuk finalisasi serta detail kompetisi, baik yang merupakan limpahan periode 2020 hingga yang memang terjadwal di tahun depan.

“Ada beberapa putusan yang harus didiskusikan lebih lanjut terkait jadwal kompetisi terkini. Ini menjadi tantangan bagi semua anggota asosiasi untuk memberikan saran dan keputusan terbaik, sehingga geliat sepak bola Asia bisa berjalan kembali,” tandasnya.

Sebelumnya, pelaksanaan babak final Piala Asia U-16 yang semula dijadwalkan pada 14 hingga 31 Oktober 2020 masih belum menemukan titik temu. Rencana awal, di April 2021 pun belum menemui kesepakatan, sebab akan berbenturan dengan bulan Ramadan. Sementara tuan rumah masih tetap belum mengalami perubahan yakni di Bahrain.

Begitu pula dengan Piala Asia U-23 2022, AFC masih mencari opsi tuan rumah, pascamundurnya federasi sepakbola China (CFA). Penunjukkan tuan rumah akan kembali ke proses penawaran kepada anggota asosiasi AFC dari wilayah Asia Barat, dengan skema pengajuan proposal.

“Masing-masing anggota kompetisi memberikan masukan sebelum putusan akhir disahkan, apalagi masing-masing anggota asosiasi memiliki agenda kompetisinya masing-masing. Situasi dan kondisi ditengah pandemi COVID-19 menjadi pertimbangan dalam mengesahkan semua keputusan,” pungkas Endri. (Ant)

Lihat juga...