Logistik Pilkada 2020 Kediri Masih Belum Lengkap

Pekerja menurunkan logistik di gudang KPU Kabupaten Kediri, di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Hingga Senin (16/11/2020), kebutuhan logistik untuk pemungutan suara Pilkada 20200 Kediri masih belum lengkap – Foto Ant

KEDIRI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur mencatat, hingga Senin (16/11/2020), logistik untuk keperluan pemungutan suara Pilkada 20200 di 9 Desember 2020 mendatang masih belum lengkap.

“Kelengkapannya belum semua. Pengadaan tidak satu tempat, ada juga konsolidasi dari provinsi, ada juga pengadaan penunjukan langsung. Itemnya banyak, penyedianya banyak. Cuma kami rencanakan pekan depan selesai,” kata Anggota KPU Kabupaten Kediri, Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori, Senin (16/11/2020).

Beberapa logistik yang sudah datang, saat ini disimpan di gudang Bulog Kediri. Logistik tersebut adalah, kotak suara, tinta, cairan disinfektan, sabun tangan, cairan pembersih tangan, alat semprot, serta tisu. Perlengkapan lain seperti, sampul kertas, tanda pengenal KPPS, petugas ketertiban dan saksi, karet pengikat surat suara, lem/ perekat, kantong plastik, bolpoin, kabel ties, spidol, formulir, stiker nomor kotak suara, tali pengikat alat pemberi tanda pilihan hingga alat bantu tunanetra, masih belum diterima.

Untuk kotak suara, hingga Senin (16/11/2020), masih juga belum dilakukan perakitan. Proses perakitan dilakukan sambil menunggu logistik datang semua, sehingga seluruh logistik bisa dimasukkan ke dalam kotak suara, dan siap didistribusikan ke setiap desa. “Duplek belum dirakit. Jadi, kami terima dalam bentuk lembaran. Nanti ada tim logistik yang akan melakukan setting. Mekanismenya memakai tenaga penghubung, dibantu PPK, karena ini penting. PPK yang tahu termasuk jumlahnya (kebutuhan logistik di daerahnya),” kata dia.

Pemungutan suara Pilkada 2020 sudah semakin dekat, untuk proses pelipatan duplek sebagai kotak suara, direncanakan dimulai akhir bulan ini atau awal Desember 2020.  Sementara itu, saat ini badan ad hoc Pilkada 2020 di Kabupaten Kediri, masih melakukan simulasi penghitungan suara, dengan memenuhi protokol kesehatan yang ketat. PPK disebutnya, juga harus memahami prosedur di era normal baru, termasuk selalu mengenakan masker, penutup wajah, cairan pembersih tangan dan lain sebagainya demi mencegah COVID-19.

“Pengetahuan di era normal baru seperti masker, alat penutup wajah, dikenalkan ke badan ad hoc. Jadi, dari sisi pencegahan penyebaran COVID-19 dilakukan. PPS juga diharapkan memaksimalkan, menyampaikan ke pemilih bahwa di TPS aman,” kata Anwar.

KPU Kabupaten Kediri telah menetapkan, jumlah pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.231.512 orang. Aspirasi mereka akan disalurkan di 3.311 Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang tersebar di 26 kecamatan wilayah Kabupaten Kediri. (Ant)

Lihat juga...