LPEI Fasilitasi Pertemuan UKM dengan Konsumen Potensial Luar Negeri

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menyediakan forum khusus yang mempertemukan 12 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) binaan mereka dengan para calon konsumen potensial luar negeri di akhir rangkaian kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI).

Corporate Secretary LPEI, Agus Windiarto, mengungkapkan, bahwa pertemuan tersebut merupakan bentuk dukungan LPEI agar UKM dapat memaksimalkab peluang untuk naik kelas dengan menembus pasar ekspor.

’’Upaya LPEI mempertemukan UKM binaan dengan pembeli luar negeri pada acara TEI, diharapkan dapat menginspirasi, memberi peluang bagi UKM agar dapat mampu melakukan ekspor, karena bertemu pembeli secara langsung. Tentu saja diharapkan, melalui TEI, dari sisi transaksi penjualan para UKM binaan LPEI dapat meningkat,’’ ujar Agus pada acara penutupan TEI 2020, Selasa (17/11/2020).

Beberapa UKM binaan LPEI yang hadir dalam TEI ini pun tercatat sudah mampu menembus pasar ekspor antara lain Belanda, Denmark, Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, hingga Ghana.

“Salah satunya CV Woodeco Indonesia yang memproduksi handicraft & furniture di Yogyakarta, mampu menembus pasar Belanda, Jerman, Amerika, hingga Jepang. Kami tentu bangga dan ingin lebih banyak UKM yang naik kelas,” tutur Agus.

Selain itu, Agus menyatakan, bahwa LPEI juga memberi dukungan kepada UKM dalam bentuk layanan Coaching Clinic secara gratis. Layanan tersebut merupakan bentuk komitmen LPEI untuk mendukung kemajuan para pengusaha UKM berorientasi ekspor.

“Harapannya, agar masyarakat terutama mereka yang memiliki usaha berorientasi ekspor dapat tertarik untuk lebih mendalami seluk beluk pengelolaan usaha mulai dari mengelola keuangan, merancang desain produk, mengatur arus kas, hingga memanfaatkan fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi dalam rangka ekspor,” jelas Agus.

Lebih lanjut, kata Agus, dalam menjalankan fungsi mendukung program ekspor nasional, LPEI dapat memberikan jasa konsultasi pengembangan ekspor kepada lembaga keuangan, BUMN/BUMD, swasta, serta produsen barang ekspor, khususnya usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi.

“Dalam operasional kegiatan jasa konsultasi, LPEI juga memberikan kontribusi bagi pengusaha UKM menuju pasar global sehingga mampu menggerakkan perputaran roda ekonomi secara meluas dan terciptanya peningkatan kesejahteraan masyarakat,” paparnya.

Di forum yang sama, Direktur Eksekutif LPEI, Daniel James Rombas mengatakan, meski TEI tahun ini berbeda dengan sebelumnya karena dilaksanakan secara virtual, namun gelaran tahunan itu tetap dapat dijadikan ajang transaksi yang saling menguntungkan, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Ini momentum, kita tetap harus beradaptasi dan memaksimalkan momentum bagaimana pun kondisinya. Meski secara virtual, tapi transaksi tetap bisa kita jalankan,” ungkap Daniel.

Dia pun menyatakan, bahwa LPEI mendukung UKM agar mampu bertahan dari pandemi ini sekaligus tampil sebagai pemenang di tengah krisis  memanfaatkan setiap peluang bisnis dengan seluruh negara tetangga.

“Karena itulah kita mengajak 12 UKM binaan kita untuk bertemu dengan calon pembeli dari berbagai negara. Pemerintah memberi dukungan fiskal kepada UKM yang berorientasi ekspor agar UKM Indonesia lebih mampu menembus pasar global dan membantu Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” pungkas Daniel.

Lihat juga...