Mahasiswa di Sikka Lakukan Wisuda Daring

Editor: Koko Triarko

MAUMERE –  Para mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikannya di Kampus Sarjanawiyata Tamansiswa, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjalani wisuda secara daring atau online.

Dalam wisuda yang diikuti oleh para mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia ini, para mahasiswa mengenakan jubah toga wisuda lengkap dan berada di depan layar laptop atau komputer didampingi kedua orang tua.

“Saya merasa bahagia dan terharu, dan akhirnya pengorbanan saya selama menempuh kuliah bisa terbayar lunas,” Fransiska Olivia Tiro Paji, wisudawti Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta saat ditemui Cendana News usai wisuda di rumahnya di Kelurahan Kota Uneng, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (26/11/2020).

Fransiska mengaku berterima kasih kepada kedua orang tua, saudara, teman dan pihak kampus, sehingga wisuda yang dinantikan selama ini bisa berjalan dengan baik usai menjalani pendidikan.

Dirinya mengaku menjalani kuliah dan menetap di Kota Yogyakarta hingga menamatkan kuliah di bulan Januari 2020, dan direncanakan akan menjalani wisuda di bulan April 2020.

Wisudawati Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta,DI Yogyakarta, Fransiska Olivia Tiro Paji, saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Kota Uneng, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (26/11/2020). -Foto: Ebed de Rosary

“Karena sedang situasi Covid-19, maka acara wisuda yang sudah dijadwalkan pun batal dan ditunda, sehingga hari ini baru bisa dilaksanakan, meskipun secara daring atau online,” ujarnya.

Fransiska menambahkan, karena dilaksanakan secara daring, maka yang memindahkan toga bukan rektor, tetapi orang tua mahasiswa masing-masing dan kegiatan pun tetap berlangsung khidmat.

Ia mengaku telah menjalani perkuliahan secara tatap muka sebelum terjadinya pandemi Corona selama 3,5 tahun, dan telah lulus 10 Januari 2020 dan dijadwalkan akan menjalani wisuda pada 4 April 2020.

“Saya telah menamatkan kuliah bulan Januari 2020, sehingga bukan ‘lulusan Corona’. Saya dijadwalkan wisuda 4 April 2020, tapi karena sedang terjadi pandemi Corona, sehingga ditunda,” ucapnya.

Fransiska mengaku mengambil Jurusan Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas  Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta, dengan jumlah wisudawan 996 orang, di mana 105 orang merupakan magsiter dan sisanya strata satu.

Orang tua wisudawati, Didimus Mamun Sare, mengaku sebagai orang tua dirinya senang dan bahagia, karena anaknya bisa menyelesaikan kuliahnya tepat waktu kurang dari 4 tahun.

Didimus menyebutkan, biar pun dalam masa pandemi Covid-19 bisa dilangsungkan wisuda, meskipun secara daring atau online, tetapi dapat dilaksanakan dengan baik, dan para mahasiswa sudah meraih gelar sarjana.

“Semoga anak saya bisa cepat mendapatkan pekerjaan. Kita bersyukur proses wisuda dilakukan daring, dan ada hikmahnya juga karena kami tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dari Maumere ke Yogyakarta lagi,” ungkapnya.

Lihat juga...