Malut Apresiasi Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Sultan Baabullah

TERNATE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama masyarakat menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, dengan adanya penetapan secara resmi Sultan Baabullah sebagai seorang pahlawan nasional.

“Menyambut Momentum Hari Pahlawan Tanggal 10 Oktober 2020, keabsahan penobatan tersebut ditandai dengan lahirnya Keputusan Presiden Jokowi bernomor 117/TK/Tahun 2020 tertanggal 6 November 2020 di Jakarta, menetapkan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional,” kata Gubernur Maluku Utara, KH Abdul Gani Kasuba, diwakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Malut Muhamad H Ismail, di Ternate, Minggu (8/11/2020).

Menurut dia, Pemprov Malut memberi apresiasi kepada Presiden Joko Widodo dan LSM Karamat sebagai pengusul, dan Gubernur juga memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Ternate dan Dinas Sosial Provinsi Malut serta Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Malut, TP2GD Kota Ternate, TP2GP, dan Dewan Gelar Kementerian Sosial Republik Indonesia atas kerja sama dan kerja keras, sehingga terwujud seorang pahlawan nasional dari Malut.

Dia menjelaskan, semangat untuk mengusulkan Sultan Babullah menjadi pahlawan nasional awalnya dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Karamat, dengan mendorong pemerintah kota untuk mengusulkan ketokohan Sultan Baabullah sebagai pahlawan nasional ke Dinas Sosial Kota Ternate.

Dinas Sosial kemudian menerima usulan LSM Karamat dan membentuk Tim Perumus dan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Ternate, untuk mengumpulkan dokumen-dokumen terkait.

Kemudian hasil dari rekapan tim perumus tersebut diserahkan kepada TP2GD Kota Ternate untuk dikaji, dan hasil kajian TP2GD Kota Ternate, kembali diserahkan kepada Dinas Sosial dan kemudian Pemerintah Kota Ternate mengeluarkan rekomendasi yang ditandatangani oleh Wali Kota Ternate untuk disampaikan kepada Pemprov Malut.

Muhammad menjelaskan, dokumen Sultan Babullah dari Pemkot Ternate yang diterima oleh Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara kemudian diserahkan kepada TP2GD Provinsi Malut untuk diteliti dan dikaji.

TP2GD Malut yang diketuai oleh Rektor Unkhair Ternate Husen Alting dan 12 anggota, secara maraton melakukan kajian selama tujuh kali dan melahirkan rekomendasi kepada Gubernur Malut untuk mengusulkan Sultan Baabullah sebagai pahlawan nasional ke Kementerian Sosial RI.

Karena itu, dengan lahirnya keputusan presiden tersebut, Gubernur atas nama pemerintah dan masyarakat Malut mengucapkan terima kasih Presiden yang telah merespons baik usulan Gubernur, dan menetapkan Sultan Baabullah sebagai salah satu pahlawan nasional di 2020. Gubernur juga memberi apresiasi kepada pimpinan dan anggota LSM Karamat dan semua pihak terkait, sehingga Malut memiliki seorang pahlawan nasional.

Penyerahan keppres kepada ahli waris bertepatan dengan agenda KPK di Malut, sehingga Gubernur meminta kepada Wali Kota Ternate, agar mendampingi ahli waris pada saat menerima gelar tersebut.

Nantinya, Gubernur bersama pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Ternate, dan masyarakat akan menjemput tanda gelar dari Tim Kementerian Sosial RI, keluarga ahli waris dan rombongan di Bandara Babullah untuk diacarakan di area Kesultanan Ternate.

Sebagai rasa suka cita atas penganugerahan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional, Pemkot Ternate bersama masyarakat akan menyiapkan penjemputan saat keluarga ahli waris tiba dari Jakarta untuk membawa Keppres Penganugerahan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional.

Sebanyak enam tokoh akan dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi, yaitu Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara, dan Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat.

Selanjutnya, Jenderal Polisi Purnawirawan Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang merupakan Kapolri pertama, dari domisili DKI Jakarta.

Calon ke empat penerima gelar Pahlawan Nasional pada 10 November adalah Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara.

Ke lima adalah Mr Sutan Mohammad Amin Nasution yang berasal dari Sumatra Utara. Terakhir, sosok yang akan menerima gelar Pahlawan Nasional berasal dari Provinsi Jambi, yakni Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi. (Ant)

Lihat juga...