Mapala Unipa Maumere bagikan Masker dan Punguti Sampah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Memperingati momen Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November para Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) membagikan masker dan memungut sampah.

Pembagian masker dilakukan karena melihat banyak warga di Kota Maumere yang belum mengenakan masker saat berada di tempat umum padahal daerah ini masih belum terbebas dari virus Corona.

“Kami melihat banyak warga yang belum memakai masker sehingga kami membagikan masker yang merupakan sumbangan dari Komunitas Baku Carita,” ungkap Fransiska Irma Sari, Ketua Mapala Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui Cendana News, Rabu (11/11/2020).

Ketua Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Nipa (Unipala) Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Fransiska Irma Sari, saat ditemui di Kota Maumere, Rabu (11/11/2020). Foto: Ebed de Rosary

Fransiska mengatakan, komunitas ini merupakan kumpulan kaum muda dari Flores di luar NTT yang peduli terhadap daerahnya bekerjasama dengan komunitas di Flores dan industri kreatif untuk membagikan masker.

Dikatakannya, pembagian masker dilakukan di dua titik di Kota Maumere meliputi areal pertokoan dan di Tugu Gong Waning yang merupakan tempat  paling ramai dikunjungi masyarakat.

“Masker ini penting sebab selama new normal banyak pengendara yang tidak menggunakan masker saat berkendara. Kami berharap masyarakat tetap memakai masker selama wabah Corona belum benar-benar hilang,” harapnya.

Fransiska mengatakan, pembagian masker kepada pengendara diharapkan agar dengan memakai masker bisa membuat pengendara tidak merokok sehingga tidak membuang puntung rokok sembarangan di jalan.

Dia menambahkan, sebagai mahasiswa pencinta alam yang selalu melakukan aktivitas di alam bebas juga membuat mereka memanfaatkan momen Hari Pahlawan untuk memberi contoh kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Kami ingin memberi contoh untuk berani memungut sampah di jalanan dan tempat umum lainnya. Sekarang kan musim hujan dan saat hujan banyak sampah bertebaran di jalan,” tuturnya.

Pendiri Unipala Unipa Maumere, Chen Chabaresy, mengatakan, kegiatan pembersihan sampah yang dilakukan ingin mendidik para mahasiswa pecinta alam untuk mencintai alam dan lingkungannya termasuk menjaga kebersihan.

Menurut Chen, masih banyak warga di Kabupaten Sikka yang tidak mencintai lingkungan dan kebersihan dengan membuang sampah sembarangan di tempat umum sehingga mengotori dan mencemari lingkungan.

“Saat hujan lebat sering terjadi banjir karena saluran air tersumbat dan dipenuhi oleh sampah terutama sampah plastik. Kasus tingginya penyakit demam berdarah di Kabupaten Sikka juga terjadi akibat air tergenang dan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” ungkapnya.

Lihat juga...