Masa Pandemi Budi Daya Ikan Sepat Tetap Diminati

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Tren ikan hias terus bermunculan selama pandemi Covid-19. Tak hanya cupang, ternyata ikan air tawar jenis sepat juga menjanjikan dan memiliki daya tarik tersendiri bagi pehobi.

Begitu pun untuk budi daya ikan hias sepat tidak sulit, sama dengan ikan hias lainnya dalam proses perawatan, atau pun dalam pengembangbiakan. Ikan sepat, adalah jenis ikan air tawar yang memberi keindahan dalam akuarium sebagai ikan hias.

“Sebenarnya, ikan sepat tak kalah menarik, karena sukanya bergerombol dengan pantulan warna warni seperti mutiara. Maka banyak juga yang mencari ikan hias ini untuk akuarium,” kata Bang Cakil kepada Cendana News, ditemui di kompleks Vida Bantargebang, Senin (9/11/2020).

Bang Cakil, mengelola lahan kosong secara mandiri, selain bercocok tanam sayur mayur dia juga memanfaatkan lahan tersebut untuk budi daya aneka ikan hias, seperti ikan sepat, cupang dan lainnya. Namun ikan sepat, tetap bertahan dan tetap diburu pehobi ikan hias.

Saat ini diakuinya hampir sepuluh ribuan ikan hias yang dikembangbiakkan dengan cara mandiri. Profesi tersebut sudah dilakoni sejak muda.

“Lempar langsung tengkulak setiap masa panen mereka datang sendiri. Maka saya tahu, ikan sepat juga sekarang lagi ngetren karena hidup bergerombol dan warnanya pun bagus,” ungkap Cakil.

Untuk harga ikan sepat sepasang diambil tengkulak Rp15 ribu. Perawatan seperti pakannya pun sama dengan ikan hias pada umumnya seperti pelet, cacing sutra, atau pun jentik nyamuk.

Ia pun memberi tips, dalam perawatan ikan hias menurutnya tidak perlu setiap hari diberi makan. Terpenting adalah perawatan pada air yang bagus, karena jika terlalu sering diberi makan pelet, air menjadi kotor dan banyak bakteri.

“Terkadang orang memberi makan tiap hari di dalam akurium, tetapi tidak melakukan perawatan air. Padahal sudah banyak bakteri, hingga membuat ikan mati atau lainnya,” tukas dia.

Dikatakan, ikan sepat yang dikembangbiakkan seperti ikan sepat gurami dan ikan sepat Thailand, dikawinkan secara silang. Ikan sepat Thailand lebih pada warna merah.

Tak heran sekilas melihat ikan sepat mirip gurami, tapi posturnya tidak akan besar seperti gurami. Bentuknya bisa pipih, mulutnya sangat kecil serta bermoncong runcing sempit.

Budi daya ikan sepat bisa dilakukan di kolam dengan menyiapkan habitat asli guna memudahkan ikan bertelur. Tetapi sebaiknya, kolam dibuat tanpa aliran udara. Sebab ikan sepat suka di kolam yang tenang. Biasanya, sepat jantan akan membuat sarang busa yang akan digunakan untuk tempat bertelur.

Lihat juga...