Masa Pandemi Curanmor di Banyumas, Marak

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) di wilayah Kabupaten Banyumas kembali marak di tengah pandemi Covid-19. Pelaku menyasar tak hanya di lokasi yang banyak motor terparkir, tetapi juga menyasar sepeda motor yang terparkir di dalam garasi rumah, dan dalam kondisi terkunci.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol Whisnu Caraka, mengatakan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan pastikan kendaraan dalam posisi terkunci aman, sekalipun dalam garasi rumah. Dan sebisa mungkin dilengkapi dengan kunci pengaman ganda.

“Aksi curanmor terakhir yang baru saja kita tangkap terjadi hari Senin kemarin, tempat kejadian perkara (TKP) di salah satu rumah warga di wilayah Polsek Purwokerto Selatan. Kendaraan terparkir di garasi dan hilang dicuri,” kata Kapolresta, Rabu (11/11/2020).

Korban kemudian melapor ke polisi dan tim buser, Sat Reskrim Polresta Banyumas langsung bergerak. Anggota disebar pada titik-titik tertentu, pemetaan lokasi dilakukan dengan maksimal, hingga akhirnya berhasil menangkap enam orang pelaku curanmor.

Saat penangkapan, salah satu pelaku ada yang berusaha melarikan diri, sehingga polisi terpaksa menembak bagian kakinya.

Lebih lanjut Kapolresta menjelaskan, sindikat curanmor yang beraksi di wilayah Banyumas dan sekitar ini berjumlah 8 orang, mereka berasal dari Garut sebanyak 6 orang dan dari Lampung 2 orang. Sedangkan 6 orang yang berhasil diringkus tim buser Sat Reskrim Polresta Banyumas, 5 orang pelaku dari Garut dan 1 orang dari Lampung.

“Mereka berbagi peran, ada yang bertugas sebagai pemetik, joki dan eksekutor. Jadi awalnya ada orang yang ditugaskan untuk mencari target, setelah menemukan akan menghubungi temannya yang datang dengan menggunakan mobil. Salah satu turun lalu mengeksekusi sepeda motor tersebut ,” terangnya.

Sindikan curanmor ini memasang target, dalam satu kali operasi mereka minimal harus mendapatkan 4 sepeda motor. Hasil curanmor, dari pengakuan para pelaku dijual ke wilayah Jawa Barat dengan harga Rp 2 juta untuk satu motor.

“Mereka ini spesialis pencurian motor jenis honda beat dan vario, karena memiliki kunci T khusus untuk kedua jenis motor tersebut,” kata Kapolresta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Berry mengatakan, beberapa pelaku yang diringkus merupakan residivis. Dari tangan tersangka, polisi menyita dua buah sepeda motor, satu buah mobil yang digunakan untuk operasi pencurian, kunci letter T, handphone serta uang.

“Sebagian besar sepeda motor hasil curian sudah dijual dan yang tersisa hanya dua motor ini. Kita masih memburu dua orang pelaku lainnya,” ucapnya.

Lihat juga...