Masa Pandemi Makanan Lokal di Warung Cerdas Wanareja Tetap Bertahan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

CILACAP – Berbagai produk makanan lokal yang disuplai ke Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Seperti sale pisang, klanting, keripik singkong, keripik ubi, keripik bayam, dan lain-lain.

Makanan ringan yang diproduksi oleh warga sekitar warung cerdas tersebut tetap laku, sehingga usaha bisa terus berjalan. Meskipun pada awal pandemi omzet penjualan sempat menurun, namun sekarang berangsur sudah mulai normal kembali.

“Pernah penjualan sampai menurun dratis, sampai ada beberapa produk yang harus diambil karena tidak laku. Tetapi saya tetap mencoba untuk terus produksi, karena kalau berhenti, nantinya untuk menjaring pelanggan lagi akan sulit,” kata salah satu suplaier keripik singkong, Ibu Tati, Senin (30/11/2020).

Selain menyuplai keripik singkong, Ibu Tati juga memproduksi keripik ubi dan bayam. Makanan tersebut dikemas dalam plastik, dengan ukuran sedang. Harga jualnya juga sangat terjangkau, hanya pada kisaran Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per bungkus.

Warung Cerdas Wanareja, Kabupaten Cilacap memang tidak hanya sekadar mencari keuntungan, tetapi juga berupaya untuk mengangkat produk-produk lokal. Karenanya, mereka mengutamakan suplaier dari warga lokal.

Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto, mengatakan, saat ini ada 13 suplaier lokal yang rutin mengirim produk-produk home industry ke warung cerdas.

Manajer KUD Utama yang mengelola Warung Cerdas di Kecamatan Wanareja, Sudaryanto dijumpai di Cilacap, Senin (30/11/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

Untuk mendongkrak penjualan produk lokal tersebut, lanjutnya, warung cerdas memberikan tempat yang strategis, yaitu yang mudah dilihat dan dijangkau pembeli.

“Alhamdulillah sampai sekarang suplai produk lokal masih berjalan lancar. Usaha makanan ringan masih bisa bertahan di tengah pandemi, kita upayakan untuk displai penjualannya yang mudah terlihat konsumen,” kata Sudaryanto.

Selain makanan, warung cerdas juga menerima suplai beberapa kebutuhan pokok dari warga sekitar, seperti beras dan telur. Ada tujuh orang petani yang menyuplai kebutuhan beras, telur ayam dan telur puyuh ke warung cerdas.

“Untuk telur ayam ada suplai dari empat orang warga sini, kemudian beras disuplai oleh satu orang petani dan untuk telur puyuh ada dua peternak puyuh yang menyuplai ke sini secara rutin,” terangnya.

Sudaryanto menegaskan, pada prinsipnya jika ada petani lokal ataupun warga sekitar yang mampu menyuplai kebutuhan ke Warung Cerdas Wanareja, maka akan diutamakan. Selebihnya, jika masih ada kekurangan pasokan barang kebutuhan lainnya, Warung Cerdas baru mengambil kepada suplaier dari luar.

Untuk suplaier dari luar, biasanya secara rutin datang ke Warung Cerdas, ada yang seminggu sekali, dua minggu sekali dan ada juga yang sebulan sekali.

Lihat juga...