Merapi Siaga, 200 Sukarelawan Disiagakan BPBD Boyolali

Sukarelawan menjalani tes cepat cegah COVID-19, sebelum mereka diberangkatkan untuk disiagakan di lereng Gunung Merapi, di Posko Kantor BPBD Kabupaten Boyolali, Kamis (12/11/2020) – Foto Ant

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten Boyolali, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, memberangkatkan 200 orang sukarelawan dari berbagai unsur. Mereka disiagakan membantu warga di lereng Merapi di wilayah Boyolali mulai Kamis (12/11/2020).

Kegiatan tersebut berhubungan dengan peningkatan aktivitas gunung Merapi dari waspada (level II) ke siaga (level III). “BPBD Boyolali bersama sukarelawan, yang berjumlah 200 orang, akan bersiaga di sekitar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Merapi,” kata Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, disela persiapan pemberangkatan surarelawan ke Merapi di Boyolali, Kamis (12/11/2020).

Menurut Kurniawan, sejak status Merapi dinaikan menjadi Siaga pada 5 November 2020, hingga saat ini, warga dengan kategori kelompok rentan di KRB III, sudah dievakuasi ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS). “Salah satu persiapan lain, mengevakuasi warga jika aktivitas Gunung Merapi meningkat,” kata Kurniawan.

Kurniawan menyebut, tugas dari para sukarelawan tersebut antara lain, membantu distribusi logistik, membantu mengevakuasi masyarakat jika memungkinkan, membantu lalu lintas di jalur evakuasi, membantu di bidang kesehatan, dan sejumlah tugas lainnya. “Semua sukarelawan yang dikirim merupakan personel terbaik yang memiliki bidang keahlian tersendiri. Semuanya yang datang ke lokasi merupakan berspesialis khusus, dan sudah kami terapkan dari awal,” katanya.

Sebanyak 20 posko siaga sudah disiapkan, Ada di Dukuh Stabelan, Bakalan dan Sepi, Pedukuhan yang masuk wilayah KRB III Merapi, akan dijaga oleh sukarelawan, dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Para sukarelawan tersebut, sebelum bertugas ke lapangan di lereng Gunung Merapi, terlebih dahulu menjalani tes cepat untuk memastikan tidak ada Corona virus Disease 2019 (COVID-19) di tubuhnya. “Setiap pos di KRB III akan dijaga sebanyak 10 orang dengan keahlian masing-masing,” katanya.

Menyinggung soal waktu tugas sukarelawan tersebut, pihaknya menyampaikan akan berlangsung hingga 31 Desember 2020. Setiap personel masing-masing akan digeser dari posko di lapangan dan posko induk. (Ant)

Lihat juga...