Mie Ayam Cobek di Cileungsi Pilihan Kuliner Sehat

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Dilihat selintas, mie ayam cobek tak ada bedanya dengan mie ayam lainnya di wilayah Cileungsi Jonggol Jawa Barat. Tapi begitu dimakan, baru terasa keistimewaannya.

Pemilik Warung Lafaaar Yuni menjelaskan alasannya memulai usaha mie ayam ini adalah karena ia sering menemukan rasa yang kurang pas saat membeli makanan favoritnya ini.

“Karena saya suka, jadi sering beli. Tapi kok kayak gak pas di lidah. Mangkanya saya coba untuk bikin sendiri, eh malah banyak yang pesen. Akhirnya, saya buka aja,” kata Yuni saat ditemui di warungnya di kawasan Cipicung Cileungsi Jonggol, Bogor, Sabtu (21/11/2020).

Pembuat mie ayam cobek, Yuni saat ditemui di Warung Lafaaar Cileungsi Jonggol, Sabtu (21/11/2020). -Foto Ranny Supusepa

Yuni menjelaskan pengambilan nama mie ayam cobek adalah karena proses pemberian cabainya langsung diulek di cobek.

“Ini yang membuat pelanggan suka. Cabenya seger. Karena baru diulek saat mie ayam itu dipesan. Bukan sudah ada. Dan mereka bisa atur tingkat kepedasan sesuai dengan jumlah cabe yang diulek. Hingga saat ini, yang paling tinggi itu, 15 cabe,” kata Yuni

Untuk pemilihan cabainya, ia menggunakan cabai rawit setan.

“Kalau untuk mie-nya, saya menggunakan mie keriting. Mie nya tidak saya yang membuat, tapi ambil dari temen saya langsung. Untuk memastikan bahwa mie-nya tidak menggunakan pengawet atau bahan yang membahayakan kesehatan. Dan saya juga memfokuskan pada bumbu ayamnya,” ucapnya.

Penggunaan bumbu segar dan pengolahan adalah kunci utama dalam mempersiapkan ayamnya.

“Sebenarnya standar aja, bawang merah dan putih, gula, garam, daun jeruk, salam ama sereh. Ada penambahan bumbu kuning, yang menjadi kekhasannya,” ujarnya.

Semua bumbu ini diulek secara manual dalam waktu sekitar 45 menit.

“Ini yang membuat makanan menjadi lebih enak. Semua bumbunya segar dan diolah secara manual. Tanpa melibatkan alat,” ujar wanita cantik yang bekerja di salah satu instansi kesehatan swasta ini. Sehingga tak heran, ia sangat memperhatikan nilai kesehatan dalam makanan yang dibuatnya.

Untuk variasinya, Yuni menyebutkan pelanggan bisa memilih antara mie ayam cobek ori, mie ayam cobek baso dan mie ayam cobek komplit.

“Sejauh ini, cukup banyak peminatnya. Dalam satu hari itu paling sedikit 20-75 porsi. Beda ya kalau ada pesenan untuk acara,” ucapnya.

Ia menyebutkan pelanggan bisa memilih untuk memakan di tempatnya, di kawasan Cipicung Cileungsi Bogor atau memesan via online. Baik melalui program Grab Food atau Go-Food.

“Kalau untuk masa pandemi seperti ini, mungkin prioritasnya lebih ke online ya. Ya mencegah penularan juga. Semoga kita semua sehat ya mbak,” ujarnya menutup pembicaraan.

Lihat juga...