Minimnya Interaksi Guru-Siswa, Jadi Kendala Utama Pembelajaran Online

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

YOGYAKARTA — Terbatasnya interaksi antara siswa dan guru dinilai menjadi salah satu kelemahan terbesar dalam proses pembelajaran secara online atau daring. Hal itu menjadi evaluasi dari sejumlah sekolah dalam memaksimalkan proses pembelajaran siswa selama pandemi Covid-19.

Pihak SMP Negeri 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta, mengaku melakukan penyesuaian pembelajaran daring dengan mengubah sarana pembelajaran berupa platform aplikasi digital. Hal itu dilakukan setelah melihat adanya siswa yang mengalami kebosanan dalam proses pembelajaran, sehingga mempengaruhi capaian nilai secara keseluruhan.

“Tentu setiap aplikasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing,” kata Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sedayu Bantul Martinah belum lama ini.

Selain melakukan evaluasi pemanfaatan platform aplikasi digital, pihak SMP Negeri 1 Sedayu juga mengaku melakukan evaluasi teknis lainnya kepada para siswa. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kendala yang dimiliki setiap siswa masing-masing selama menjalani pembelajaran online, untuk kemudian mencari solusinya.

“Jadi setiap siswa yang mengalami kesulitan kita undang bersama orang tua/wali murid masing-masing ke sekolah secara bergiliran. Mereka lalu kita ketemuan dengan wali kelas, guru mapel, maupun guru bimbingan konseling. Sehingga jika ada permasalahan bisa langsung teratasi,” katanya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Sedayu Bantul Martinah (kanan) didampingi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Titik Rukmini (kiri). Foto Jatmika H Kusmargana

Dari identifikasi tersebut, diketahui terdapat beberapa siswa yang mengaku mengalami kesulitan teknis. Seperti kesulitan sinyal, spesifikasi HP yang kurang mendukung, hingga tidak bisa mendownload aplikasi. Dari situlah para guru membantu mereka. Baik dengan menyiapkan wifi di sekolah ataupun dengan memberikan pinjaman perangkat Tablet pada siswa.

“Sekolah memiliki sebanyak 114 tablet yang bisa dimanfaatkan siswa untuk proses pembelajaran secara online. Mereka boleh meminjam dan menggunakannya. Jika kesulitan sinyal bisa datang langsung ke sekolah dan memanfaatkan WiFi yang ada. Sementara jika permasalahannya ada siswa yang malas, maka kita ajak berkonsultasi dengan guru BK. Sehingga semua persoalan bisa teratasi,” katanya.

Lihat juga...