Nasabah Pinjaman ‘Modal Kita’ Ini Kembali Usaha Rongsok

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Setelah usaha produksi telur asinnya tutup akibat terdampak Covid-19, salah satu nasabah dari Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap, Misdi kini kembali menekuni usaha rongsok. Ia berusaha keras supaya bisa membayar tunggakan angsuran dari bantuan pinjaman Modal Kita.

“Sekarang cari rongsok lagi, kembali lagi seperti dulu, karena kalau rongsok modalnya tidak terlalu besar, jadi sedikit-sedikit saya bisa kumpulkan uang untuk modal usaha, yang penting nanti bisa membayar tunggakan angsuran Modal Kita,” tuturnya, Kamis (12/11/2020).

Untuk memulai usaha barang rongsoknya, Misdi mengaku hanya membutuhkan modal sekitar Rp 3 juta. Barang rongsok tersebut langsung dijual ke pengepul, sehingga ia bisa langsung mendapatkan uang.

“Kalau sehari dapat banyak, bisa langsung dijual ke pengepul, tetapi kalau sedang tidak terlalu banyak, biasanya saya simpan dulu di rumah, sambil mencari rongsok lagi,” kata bapak tiga anak ini.

Misdi, warga Dusun Babakan, Desa Madura, Kamis (12/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Sebelum membuka usaha telur asin, Misdi terlebih dahulu sudah menekuni usaha rongsok. Saat usaha rongsok menurun, warga Dusun Babakan, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap ini beralih memproduksi telur asin, dengan bantuan modal dari Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera.

Untuk pertama,  ia mendapatkan pinjaman Modal Kita Yayasan Damandiri Rp 2 juta. Di tengah usahanya, ia kembali mendapat tambahan bantuan modal Rp 3 juta, sehingga Misdi bisa memproduksi telur asin lebih banyak.

Usaha telur asinnya  berjalan lancar dan pembayaran angsuran ke koperasi juga lancar selama satu tahun lebih. Hingga pada bulan April lalu, saat pandemi Covid-19 merambah Cilacap, usaha telur asinnya mulai terdampak. Ia sempat berhenti berjualan, kemudian usai lebaran kembali berjualan dengan modal seadanya. Dan sejak tiga bulan lalu, ia terpaksa kembali berhenti produksi telur, karena modalnya habis saat telur terakhir yang ia produksi busuk.

Ketua Koperasi Mandiri Lestari Sejahtera Cilacap, Puji Heri Santoso mengatakan, Pak Misdi sudah menunggak angsuran sejak bulan April lalu, sehingga total sudah 8 bulan tunggakannya berjalan. Namun, dari pihak Yayasan Damandiri memang ada kebijakan untuk penundaan angsuran saat awal pandemi Covid-19.

“Pak Misdi sebetulnya merupakan nasabah yang karakternya bagus dan bertanggung jawab, tetapi memang kondisi usahanya sedang terpuruk, sehingga kita dari koperasi hanya bisa melakukan pendampingan saja dan memberikan semangat untuk kembali bangkit,” katanya.

Dari usaha rongsok yang kembali dijalaninya, Misdi mengaku mendapat keuntungan hingga 40 persen. Sehingga sedikit demi sedikit ia bisa mengumpulkan uang untuk membayar tunggakan Modal Kita.

Lihat juga...