NPL ‘Modal Kita’ DCML Madura Capai 3,2 Persen

Editor: Makmun Hidayat

CILACAP — Setelah kembali menyalurkan bantuan kredit Modal Kita, Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet di KUD Mandiri Lestari Sejahtera di Desa Madura, Kecamatan Wanareja, Kabupaten Cilacap saat ini mencapai 3,2 persen. NPL tersebut terbilang lebih rendah jika dibandingkan dengan NPL Tabur Puja di Cilacap yang mencapai 5,8 persen.

Ketua KUD Mandiri Lestari Sejahtera, Puji Heri Santoso mengatakan, pihaknya berupaya menekan NPL selama masa pandemi Covid-19 dengan cara membuka kesempatan untuk restrukturisasi pinjaman. Di mana para nasabah diberi kesempatan untuk memperpanjang waktu pinjaman, sehingga angsuran yang dibayarkan setiap bulannya menjadi lebih ringan.

Cara ini, menurut Puji Heri, cukup efektif untuk menekan NPL di tengah pandemi. Karena beban angsuran lebih ringan, maka peluang para nasabah untuk membayar angsuran lebih besar.

“Ada 30 persen lebih nasabah kita yang melakukan restrukturisasi pinjaman. Beberapa di antara menjadi lebih lancar dalam pembayaran angsuran, namun untuk yang masih tetap menunggak angsuran, meskipun sudah dilakukan restrukturisasi juga tetap ada,” tuturnya, Sabtu (28/11/2020).

Penyaluran bantuan kredit Modal Kita di Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Madura sempat dihentikan pada bulan puasa tahun lalu, untuk menghindari pinjaman konsumtif menjelang lebaran. Namun, pasca lebaran, terjadi pandemi, sehingga pemberhentian penyaluran kredit Modal Kita berlanjut sampai dengan bulan Juli 2020.

Dan selama empat bulan berlangsung penyaluran bantuan kredit Modal Kita, NPL menyentuh angka 3,2 persen. Meskipun terbilang tidak begitu tinggi, namun DCML Madura ini pernah mengukir prestasi dengan menekan angka NPL hingga 0,55 persen.

Penyaluran kredit Modal Kita di tengah pandemi ini dilakukan dengan seleksi yang ketat. Pihak koperasi sebelumnya melakukan evaluasi untuk memilah para nasabah yang rajin mengangsur, meskipun hanya sebagian dari nilai angsuran dan nasabah yang menunggak penuh angsuran .Sehingga dalam penyaluran bantuan kredit selanjutnya lebih terseleksi.

“Banyaknya angsuran yang macet sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini, cukup mengganggu karena pemasukan koperasi jauh berkurang dan perputaran uang juga terhenti,” ujarnya.

Salah satu nasabah Modal Kita yang menunggak angsuran selama berbulan-bulan, Misdi mengatakan, usahanya benar-benar terhenti dan harus gulung tikar, sehingga ia tidak bisa membayar angsuran sama sekali sejak bulan April lalu.

“Sekarang saya sedang memulai usaha baru, yaitu rongsok, semoga saja bisa mengumpulkan uang lebih dan bisa membayar angsuran,” katanya.

Lihat juga...