Olah Makanan Serba Umbi Tunjang Ekonomi Keluarga

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Untuk mendorong ketahanan pangan, para ibu muda di Kota Purwokerto diajak untuk mengolah aneka jenis makanan berbasis umbi-umbian. Aneka makanan dari umbi ini juga mempunyai nilai ekonomis yang cukup bagus, sehingga bisa menjadi alternatif untuk menunjang ekonomi keluarga di tengah pandemi Covid-19.

Penyelenggara pelatihan pengolahan makanan berbasis umbi-umbian yang juga ketua PC Fatayat, Eva Lutfiyati Khasanah mengatakan, berbagai jenis makanan yang diolah dari umbi yaitu es krim talas, kue lapis ubi ungu, chese stick po hung, nugget singkong, egg roll talas, pie talas, dan kue semprit singkong.

“Kita dorong para ibu muda ini supaya kreatif mengolah makanan dari umbi, karena umbi banyak terdapat di sekitar kita dan harganya juga murah. Dengan pengolahan yang baik, maka umbi bisa bernilai ekonomis tinggi,” katanya, Selasa (3/11/2020).

Ketua PC Fatayat, Eva Lutfiyati Khasanah di Purwokerto, Selasa (3/11/2020). -Foto: Hermiana E. Effendi

Menurut Eva Lutfiyati, pandemi berdampak sangat besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat, di mana banyak yang kehilangan pekerjaan, penurunan omzet bagi yang menekuni dunia usaha dan lain-lain. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor ekonomi yang mampu bertahan, sehingga pihaknya tergerak untuk mendorong para ibu meningkatkan keterampilan pengolahan

“Hari ini ada 20 ibu muda yang mengikuti pelatihan pengolahan umbi dan pelatihan kita laksanakan selama tiga hari. Kita menggandeng pihak Kemenaker dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto,” terangnya.

Selain pengolahan makanan berbasis umbi, para ibu juga diberikan materi wirausaha, digital analisis keuangan, analisis usaha, strategi pemasaran hingga packaging produk. Setiap peserta juga dibekali peralatan penunjang usaha, mulai dari set panic wajan, oven, alat pembuat mie dan chese stick hingga seperangkat peralatan dasar pengolahan makanan.

“Pelatihan ini sangat lengkap, mulai dari pelatihan mengolah produk, hingga kewirausahaan, manajemen pemasaran dan juga diberikan peralatan untuk mengolah makanan, sehingga para ibu tinggal menerapkan pengetahuan yang diperolehnya dengan baik,” tuturnya.

Salah satu ibu muda yang mengikuti pelatihan pengolahan umbi, Umnia Labiba mengatakan, semua meteri pengolahan bahan umbi sangat menarik dan mudah untuk dipraktikan. Namun, ia harus memilih salah satu jenis usaha yang akan ditekuninya supaya lebih fokus.

“Lagi bingung memilih untuk membuat kue lapis ubi ungu atau egg roll talas, untuk mengawali usaha lebih baik satu jenis makanan dulu. Nanti kalau sudah berjalan dengan lancar, baru kita tambah lagi jenis usaha lainnya,” katanya.

Lihat juga...