Orang Tua di Bekasi Inginkan Pembelajaran Tatap Muka

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Ketua Dewan Pendidikan (DP) Kota Bekasi, Ali Fauzi, mengungkapkan, kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan tatap muka di Bekasi mendapat dukungan 90 persen dari orang tua murid. Hal tersebut berdasarkan survei yang telah dilakukan.

“Dewan Pendidikan sudah melakukan survei secara online kepada orang tua siswa dengan mengirim data langsung dan 90 persen orang tua di Kota Bekasi menginginkan belajar tatap muka dimulai,” ungkap mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi tersebut saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (12/11/2020).

Namun demikian imbuhnya, orang tua juga menolak pelaksanaan sekolah tatap muka jika situasi di Kota Bekasi belum membaik. Namun jika kepala daerah dalam hal ini Ketua Gugus Tugas menyatakan kondisi membaik, maka orang tua setuju.

Menurutnya, begitu pun dewan guru, juga menginginkan hal sama dalam survei yang dilakukan, yakni bisa sekolah tatap muka. Hal tersebut dimaksud untuk pembentukan karakter anak dan lainnya agar tetap optimal.

Begitu pun kesiapan sekolah, hampir seluruh sekolah di Kota Bekasi, menyatakan siap menerapkan protokol kesehatan di sekolah, seperti menyediakan tempat cuci tangan, memberi jarak tempat duduk, dan lainnya.

Prinsipnya, jelas Ali Fauzi, Dewan Pendidikan mendukung kebijakan agar Kota Bekasi bisa memulai pelajaran tatap muka di sekolah setelah berbulan-bulan di rumah saja. Tetapi, tentu tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Apa lagi yang ditunggu sekarang, meskipun kondisinya zona merah, tetapi Kota Bekasi nomor satu di Jabar dalam pengendalian masalah Covid-19. Artinya ada keseriusan dalam penanggulangan yang dilakukan Ketua Gugus Tugas dalam hal ini Wali Kota Bekasi,” tegasnya.

Namun tentu tetap menunggu rekomendasi dari Kementerian Pendidikan. Tugas daerah hanya mengajukan sesuai dengan keinginan masyarakat. Menteri pendidikan sendiri pernah menyatakan, Ketua Gugus Tugas atau kepala daerah di wilayah setempat memang lebih memahami kondisi daerahnya.

“Mendikbud menyampaikan bahwa terkait dengan kegiatan belajar tatap muka yang tahu persis adalah kepala daerah atau Ketua Gugus Tugas kota/kabupaten. Artinya, jika membaik dan terkendali, tentu saja memang boleh dilakukan sekolah tatap muka,” paparnya.

Diketahui, saat ini masjid sudah dibuka, bahkan pesantren yang ada di Kota Bekasi sudah lama melakukan kegiatan belajar mengajar di dalam pondok.

Sebelumnya, diketahui Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, kepada Cendana News mengakui membuka peluang untuk dimulainya sekolah tatap muka di wilayahnya.

Dia mengklaim Covid-19 terkendali dengan baik di Kota Bekasi. Namun demikian, dia tetap mengimbau agar warga bisa mematuhi protokol kesehatan.

Lihat juga...