Pakar Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Nutrisi Bagi Anak di Tengah Pandemi

Editor: Koko Triarko

Pakar Kesehatan dari Universitas Indonesia (UI), dr. Nur Faizah Romadona, pada diskusi pemenuhan kesehatan anak di masa pandemi secara virtual di Jakarta, Jumat (27/11/2020) sore. -Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Pakar Kesehatan dari Universitas Indonesia (UI), dr. Nur Faizah Romadona, menyebut pemenuhan kesehatan dan gizi menjadi hal terpenting bagi anak-anak di tengah pandemi Covid-19, yang saat ini melanda dunia, termasuk Indonesia. 

“Ini tidak  boleh terlupakan, pemenuhan kesehatan nutrisi dan gizi itu, baik bagi anak kebutuhan khusus maupun anak-anak secara umum,” ujar Nur, pada diskusi pemenuhan kesehatan anak di masa pandemi secara virtual di Jakarta, Jumat (27/11/2020) sore.

Karena, menurutnya, anak-anak sangat rentan mengingat sistem imunnya yang belum sempurna. Sehingga kalau kebutuhan nutrisi dan gizinya kurang, dikhawatirkan imunnya menurun hingga mudah terpapar atau tertular virus Corona.

Berdasarkan data yang tercatat, gejala Covid-19 pada anak-anak itu ringan dan asymptomatic atau tidak bergejala.  Bahkan, data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat 11,3 persen dari total pasien Corona di Indonesia adalah anak-anak.

“11,3 persen anak Indonesia telah terinveksi virus Corona, dengan 2 persen di antaranya mengalami kasus kritis dan dirawat di ICU rumah sakit. Ini data IDAI bulan November 2020,”ungkapnya.

Secara umum, jelas dia, problem bagi anak terutama anak di bawah usia 6 tahun atau PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) adalah risiko terinveksi atau tertular virus Corona, yakni karena penurunan kebugaran dan imunitas.

Hal ini karena kurangnya aktivitas fisik selama pandemi Covid-19. Karena semua aktivitas mereka termasuk proses pembelajaran harus dilaksanakan di rumah.

Sehingga menjadi tantangan, karena konsentrasi anak secara umum maksimum 15 menit, apalagi mereka yang kebutuhan khusus.

Karena, menurutnya, selama pandemi ini proses pembelajaran di rumah juga  dialami oleh anak kebutuhan khusus yang sedang terapi kesehatan. Seperti terapi sensory integration, terapi bicara dan lainnya.

“Nah, ini yang kemudian menjadi masalah, karena terapi yang terhenti itu akan berdampak terhadap kemajuan anak yang sudah didapat selama ini,” ujarnya.

Selain itu, dengan si anak berada di rumah terus berpotensi menimbulkan kebosanan dan aktivitas fisik berkurang.

Sehingga sangat dibutuhkan area terbuka yang bisa menjadi sarana bermain anak. “Karena, itu akan memiliki dampak terhadap kesehatan anak,” ujarnya.

Untuk mencegah penular virus Corona, Nur mengingatkan sejatinya orang tua harus selalu menerapkan 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci tangan) kepada anaknya.

“Jangan lupa mencuci tangan itu minimal 20 detik, jadi jangan cepat-cepat,” imbuhnya.

Selain itu, tambah dia, ajarkan anak etika untuk batuk dan bersih dengan menutup mulut, supaya tidak menyembur kepada orang lain.

Untuk meningkatkan daya tanah tubuh anak agar tidak tertular virus Corona, yakni menerapkan aktivitas fisik sekitar 1 jam per hari.

“Bisa lari atau naik sepeda atau memanjat. Dan, jangan  lupa berjemur minimal 15 menit pada pukul 09.00-10.00,” ujarnya.

Pemberian vitamin juga menjadi penting untuk menguatkan sistem imun dan perbaikan persendian. Sehingga, berdampak pada pola tidur anak akan menjadi lebih nyenyak.

Terpenting lainnya adalah nutrisi yang seimbang antara karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. “Jumlah kalori dalam tubuh anak harus sesuai berat badan dan aktivitas anak,” ujarnya.

Karena, menurutnya lagi, dalam masa pandemi ini anak-anak cenderung makannya banyak dibandingkan dengan gerak tubuhnya.

“Supaya tidak berlebihan, jumlah kalori harus dijaga berimbang dengan aktivitasnya. Ini agar imun tubuh anak tetap optimal, tidak mudah sakit, semisal terkena virus. Juga kalau banyak makan dan kurang gerak kan ada kecenderungan obesitas,” pungkasnya.

Lihat juga...