Pakar IPB: Pemerintah Harus Kembangkan Peternakan Rakyat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pakar Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB), Rachmat Pambudy, mendorong pemerintah agar mengembangkan peternakan rakyat.

Menurutnya, peternak di negara-negara lain sangat didukung oleh negaranya sehingga bisa berkembang lebih pesat. Maka, dia mengimbau agar negara Indonesia harus melindungi industri peternakan dengan cara atau bekerjasama dengan peternakan rakyat.

“Eksistensi peternakan rakyat itu harus menjadi semacam pagar bagi daya saing yang seringkali tidak seimbang. Peternak kita harus dilindungi, kerjasama dengan peternakan rakyat harus dikembangkan,” kata Rachmat pada diskusi virtual di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Contoh yang paling sederhana, sebut dia, unggas itu hanya bisa masuk ke Indonesia kalau dalam bentuk frozen atau daging beku. Sedangkan peternakan rakyat itu jarang memanfaatkan sistem rantai beku, tetapi dengan sistem rantai dingin.

“Jadi biarkan peternakan rakyat itu memanfaatkan rantai dingin, justru untuk melindungi industri perunggasan kita dari serbuan yang berbasis rantai beku. Ini contoh bagaimana kita mengatasi persaingan yang makin kompetitif dan canggih,” ungkap Rachmat.

Terpenting lagi, tambah dia adalah regulasi pemerintah yang telah ditetapkan juga harus dilaksanakan dengan baik, seperti regulasi acuan harga.

Acuan harga ini sangat mendukung, mengingat kata dia, selama ini antara perusahaan satu dengan perusahaan lainnya melakukan kartel.

“Adanya harga acuan ini menjadi patokan harga sesuai yang telah ditetapkan. Jika tidak dijalankan justru akan menghambat perkembangan industri peternakan di Indonesia. Ini strategi daya saing,” ujarnya.

Sehingga industri peternakan Indonesia termasuk di dalamnya peternakan rakyat, dapat mempunyai produk yang bisa dipasarkan di dunia internasional.

Namun tentu, untuk mewujudkan hal itu tidak bisa lepas dari data-data yang akurat dengan mengadopsi teknologi yang berkembang.

“Kita tahu bahwa di dunia perunggasan internasional, persaingan teknologi perunggasan sangat ketat dan inovasi bermunculan baik pembibitan, pakan, dan integrasi vertikal yang sedemikian maju,” urainya.

Rachmat berharap, ke depan ada promosi yang berkelanjutan dalam pengembangan peternakan rakyat di Indonesia.

Menurutnya, dengan strategi daya saing diharapkan para peternak mempunyai cara baru menghadapi situasi pandemi Covid-19.

“Situasi Covid-19 ini akan menimbulkan kondisi baru dan cara baru dalam beternak,” pungkasnya.

Lihat juga...