Pandemi Corona Krakatau Steel Ekspor Pipa Baja ke Australia

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (PT KS) melalui anak usaha PT KHI Pipe Industries (KHI) yang bergerak di bidang manufaktur pipa baja dan jasa aplikasi pelapisan anti korosi berhasil melakukan ekspor produk pipa baja ke Australia.

Pengiriman perdana telah dilaksanakan dari fasilitas produk PT KHI. Untuk tahap pertama dikirim sebanyak 1.880 ton ini dari total pengiriman sebanyak 4.370 ton.

Direktur Utama PT KHI, Utomo Nugroh,o dalam keterangan tertulis, Selasa, mengatakan telah suplai pipa baja dengan ukuran diameter 1500 mm tebal 25 mm dan panjang 50 m yang akan digunakan untuk konstruksi dermaga di HMAS Coonawarra yang merupakan sebuah pangkalan Angkatan Laut Australia di kota Darwin, Northern Territory.

Seluruh bahan baku utama produk pipa baja dengan spesifikasi BS EN 10219 S355JO ini menggunakan hot rolled coil (HRC) milik PT KS.

“Di tengah banyaknya industri yang kesulitan untuk bertahan akibat terkena imbas pandemi COVID-19, KHI dapat menunjukkan performansi yang baik, salah satunya dengan berhasil melakukan pengiriman ekspor perdana milik McConnell Dowell Constructors (Aust) Pty Ltd,” ungkap Utomo.

Ia menambahkan, produksi pipa baja untuk proyek ekspor ini menjadi keberhasilan tersendiri dikarenakan spesifikasi yang disyaratkan memiliki tingkat kesulitan yang tinggi baik dari segi pengujian, dimensi dan ketebalan yang berada pada batas maksimum kapasitas mesin yang dimiliki oleh PT KHI dan PT KS.

Selain itu adanya serangkaian tahapan pengujian yang dilakukan oleh pihak ketiga juga menjadi tantangan tersendiri bagi PT KHI.

Utomo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh karyawan di dalam penyelesaian produksi proyek McConnell Dowell ini.

“Proses produksi pipa dengan spesifikasi yang disyaratkan oleh customer cukup sulit akan tetapi dengan kerjasama dan komunikasi tim yang baik, serta dukungan dari Krakatau Steel sebagai Induk Perusahaan maka pengiriman dapat dilakukan tepat waktu dengan tetap mengutamakan kualitas produk,” tutur Utomo. (Ant)

Lihat juga...