Pandemi Corona Peminat Tanaman Hias di Tanjungpinang, Meningkat

TANJUNGPINANG  – Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Tanjungpinang, Kepulauan Riau, mencatat volume pengiriman tanaman hias melalui Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) meningkat 100 persen lebih saat pandemi COVID-19.

“Sejak bulan September hingga November 2020, belum ada penurunan. Bahkan sebelumnya warga tidak suka tanaman hias, sekarang malah menjualnya,” kata Kepala BKP Kelas II Tanjungpinang, Raden Nurcahyo Nugroho, Rabu.

Raden menyebut mayoritas masyarakat pekerja yang terdampak COVID-19 seperti PHK atau dirumahkan, sudah mulai banyak menekuni hobi menanam atau mengoleksi tanaman hias karena memiliki nilai ekonomis menjanjikan.

Selain itu ada pula masyarakat yang memang sudah sejak lama menanam tanaman hias, tapi tidak menjualnya. Baru setelah pandemi ini mereka jual karena permintaan pasar cukup tinggi.

“Tanaman hias oleh warga biasanya dikembangbiakkan selama tiga bulan pertama. Setelah 8 bulan hingga 10 bulan baru dijual,” ungkapnya.

Raden mengatakan beraneka ragam tanaman hias dari Tanjungpinang, misalnya bunga calathea, agronema, alocasia, monstera atau janda bolong, dijual ke berbagai daerah hingga ke Makassar dan Papua.

“Kalau harga tergantung jenis tanamannya. Biasanya mencapai ratusan ribu rupiah per tanaman,” jelasnya.

Raden menjamin tanaman hias yang dikirim tersebut sudah melalui pemeriksaan sekaligus mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan.

Pihaknya pun memastikan pelayanan penerbitan sertifikat di kantor Karantina Pertanian Tanjungpinang sangat mudah dan sesuai SOP layanan di tengah pandemi COVID-19.

“Sampai saat ini dalam sehari kami menerbitkan rata-rata 20 sertifikat kepada pengguna jasa layanan Karantina Pertanian Tanjungpinang,” demikian Raden.

Sementara itu seorang warga pecinta tanaman hias di Tanjungpinang, Miftahul Awali, mengaku awalnya hanya iseng mengunggah foto-foto koleksi bunga hias di rumahnya ke media sosial.

Namun tanpa diduga ternyata banyak warganet yang tertarik untuk membeli. Sekitar sepekan yang lalu tanaman hias Calathea milik Miftahul dibeli warga Kota Tangerang seharga Rp350 ribu dan dikirim melalui jasa ekspedisi.

“Alhamdulillah, ternyata tanaman hias memiliki prospek bisnis yang bagus, cocok untuk menambah penghasilan saat pandemi ini,” demikian Miftahul. (Ant)

Lihat juga...