Pandemi Covid-19, Olahraga Bersepeda Kian Digemari

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bersepeda menjadi salah satu olahraga favorit warga Kota Semarang, selama pandemi covid-19. Setiap hari, terutama pagi dan sore hari, puluhan pesepeda asyik gowes menyusuri jalanan protokol di berbagai sudut wilayah ibukota Jateng tersebut.

“Di tengah pandemi covid-19, kita dituntut untuk terus bisa meningkatkan imun tubuh. Caranya dengan menerapkan pola hidup sehat, salah satunya dengan rajin berolahraga. Ada banyak pilihan, tapi kalau saya milih bersepeda,” papar Franky, salah seorang pesepeda saat ditemui di sela olahraga, di Semarang, Jumat (6/11/2020).

Menurutnya, dengan bersepeda, selain untuk olahraga juga dapat mengatasi kebosanan, akibat work from home (WFH). “Kantor saya masih menerapkan sistem kerja shift, sehari masuk, sehari libur. Jadi buat mengusir kebosanan juga, karena tidak ada aktivitas di rumah, terutama kalau pekerjaannya sudah selesai, saya memilih bersepeda,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Anggri Windasari. Dengan bersepeda, dirinya tidak hanya menjaga kesehatan tubuh, namun juga bisa berkeliling ke berbagai sudut Kota Semarang.

“Tren sekarang ini, sepeda wisata. Jadi kita berolahraga bersepeda, sembari menuju titik-titik wisata yang ada di Kota Semarang. Misalnya dari Simpang Lima, nanti menuju kawasan Kota Lama, kemudian ke arah Jalan Pemuda, disana ada Lawang Sewu. Lalu kembali lagi melalui jalan Pandanaran menuju ke Simpang Lima,” papar penggemar olahraga bersepeda tersebut.

Selain di wilayah Semarang bagian bawah, trek bersepeda sembari berwisata di kawasan Semarang bagian atas juga banyak digemari. Mulai dari Jembatan Sikatak di kampus Undip Tembalang, hingga Vihara Buddhagaya Watugong.

“Kalau saya lebih memilih trek yang bervariatif, ada turunan dan tanjakan, seperti rute di Jembatan Sikatak, menuju arah Ungaran melewati Vihara Buddhagaya Watugong. Jalurnya cukup menantang, karena variatif tanjakan,” jelasnya lagi, saat ditemui di Jembatan Sikatak di kampus Undip Tembalang.

Penggemar olahraga bersepeda, Anggri Windasari (kiri), saat ditemui di sela gowes di sekitaran Jembatan Sikatak di kampus Undip Tembalang, Semarang, Jumat (6/11/2020). Foto Arixc Ardana

Di satu sisi, meski belum maksimal, keberadaan jalur khusus sepeda di Kota Semarang, juga semakin meningkatkan minat masyarakat untuk olahraga sepeda. Jalur sepeda tersebut, dimulai dari titik nol kilometer Kota Semarang yakni di depan Kantor Pos Johar – Jalan Pemuda – Jalan Pandanaran – Lingkar Simpang Lima – Jalan Gajah Mada.

“Jalur sepeda di Kota Semarang, ditandai dengan pemasangan rambu-rambu bergambar sepeda dan garis hijau yang tertera di badan jalan. Memang masih menggunakan jalur kendaraan bermotor, namun harapannya dengan adanya garis hijau, bisa menjadi penanda,” papar Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Endro P Martanto, saat dihubungi.

Pihaknya berharap dengan ada jalur sepeda tersebut, meminimalisir angka kecelakaan, khususnya melibatkan pesepeda dengan pengguna kendaraan bermotor.

“Kami juga ingatkan kepada pesepeda, agar mengikuti aturan dalam bersepeda. Di antaranya, tidak boleh menggunakan alat seluler, menggunakan payung, mengangkut barang bermuatan berat, atau pun melewati batas marka. Kita harapkan ini bisa dipatuhi bersama, demi keselamatan berkendara,” tandasnya.

Meski di sisi yang lain, saat ini kesadaran masyarakat terkait jalur sepeda masih belum optimal. Terbukti masih banyak kendaraan yang parkir, di jalur sepeda. “Saat ini memang masih kita lakukan sosialisasi terkait jalur sepeda. Kendaraan yang melanggar, dengan parkir di jalur sepeda, sudah kita tempeli stiker pemberitahuan. Jadi pemiliknya kita harapkan tahu jika dia melanggar, dan tidak mengulanginya kembali,” pungkas Endro.

Lihat juga...