Pandemi Covid-19, Pelaksanaan Magang dan Kuliah Praktik Terganggu

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Pandemi covid-19, cukup berdampak bagi perguruan tinggi vokasi, termasuk Politeknik Negeri Semarang (Polines). Khususnya dalam proses kuliah praktik dan magang kerja.

“Pandemi covid-19 ini berdampak pada dua hal, pertama dari segi pembelajaran, yang harus dilakukan secara daring, serta pada kuliah praktik. Sebagai perguruan tinggi vokasi, porsi pembelajaran praktik lebih banyak dibanding teori. Padahal untuk praktik ini, sulit dilakukan jika lewat daring,” papar Wakil Direktur IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama Polines, Drs. Budi Prasetya, M.Si, saat dihubungi di Semarang, Kamis (12/11/2020).

Tidak hanya itu, kendala juga terjadi pada proses magang kerja. Di tengah pandemi covid-19, dengan pembatasan sosial yang dilakukan, proses magang juga lebih banyak dilakukan secara daring.

“Ini yang menjadi persoalan juga, karena diharapkan lewat praktik magang tersebut, mahasiswa dapat menerapkan keilmuannya secara langsung di lapangan,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya tetap menaati peraturan pemerintah terkait pembatasan sosial hingga penerapan protokol kesehatan, dalam upaya pencegahan covid-19.

“Jadi karena ini masih pandemi, kegiatan magang pun terbatas. Kita berharap, mudah-mudahan pandemi segera berakhir,” paparnya.

Di satu sisi, kemitraan antara perguruan tinggi dengan berbagai industri dan dunia kerja (iduka), sangat diperlukan. Sinergitas tersebut, untuk meningkatkan mutu dan kualitas lulusan agar kompetensi yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kerjasama antara perguruan tinggi dengan iduka ini, penting karena saling memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Kita sebagai penyelenggara pendidikan, dapat melakukan penyusunan kurikulum pendidikan disesuaikan dengan kebutuhan industri,” jelas Direktur Polines, Ir. Supriyadi MT.

Tidak hanya itu, melalui kerjasama tersebut, para mahasiswa juga bisa berkesempatan untuk melakukan praktik magang, mengenai keilmuan yang diperolehnya selama menempuh pendidikan tinggi.

“Lewat proses magang kerja ini, kesempatan mahasiswa untuk nantinya diterima bekerja di perusahaan terkait juga semakin besar. Selain itu, juga dapat semakin mengasah kemampuan mereka, ketika praktik langsung di lapangan,” terangnya.

Di satu sisi, untuk memperkuat materi pembelajaran yang diberikan, para praktisi atau para profesional dari iduka yang bekerjasama, juga bisa dihadirkan sebagai dosen tamu.

“Harapannya, dengan beragam upaya ini, kompetensi lulusan Polines akan semakin diakui, sekaligus memenuhi standar yang diharapkan iduka,” pungkasnya.

Lihat juga...