Panen Perdana Jagung di Keerom Tembus Pasar Jatim

JAYAPURA  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom mengapresiasi panen perdana jagung kering sebanyak 60 ton di Kampung Arsopura Distrik Skamto dari lahan seluas 12 hektare yang diprediksi dapat menembus pasar Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Keerom, Ridwan Rumasukun, di Jayapura, Senin, mengatakan pihaknya menilai kegiatan ini dapat menggerakkan para petani untuk tetap produktif di tengah kondisi perekonomian yang terdampak COVID-19.

“Adapun dalam program ini, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Keerom menyiapkan mesin tanam, benih, pupuk dan mesin untuk panen jagung serta alat untuk mengurangi kadar air dalam jagung dari hasil realokasi anggaran untuk dampak COVID-19,” katanya.

Menurut Ridwan, dalam kegiatan tersebut, warganya telah menggunakan alat yang modern, misalnya mesin untuk menanam dan mesin panen jagung, di mana dampaknya, petani lebih menghemat biaya untuk menyewa tenaga yang mencapai Rp200.000 per orang setiap hari.

“Program ini harus terus berlanjut dan kami akan membantu mengkoordinasikan hal tersebut di tingkat provinsi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Keerom, Sunar, mengatakan, pada masa pandemi, para petani kesulitan memasarkan hasil tanamnya berupa palawija karena daya beli masyarakat menurun.

“Melihat hal tersebut, kami berinisiatif mencari solusi dan menemukan bila ada peluang menanam jagung kering yang pasarnya terbuka luas di Kabupaten Blitar, Jawa Timur,” katanya.

Dia menjelaskan setelah dilakukan refocusing dan realokasi anggaran, tersedia dana Rp7 miliar untuk mengatasi dampak ekonomi COVID-19 yang kemudian direalisasikan untuk membeli bibit jagung, pestisida, alat tanam dan panen.

“Ada 64 kelompok tani yang melaksanakan kegiatan kampung sentra jagung dengan menggunakan dana dari hasil realokasi anggaran COVID-19, di mana total sebanyak 1.128 petani terlibat kegiatan ini,” ujarnya.

Dia menambahkan Arsopura termasuk dari salah satu dari 38 kampung di Keerom yang melaksanakan program sentra jagung dengan total luas lahan mencapai 1.000 hektar di mana para petani menggunakan benih jagung unggulan dalam kegiatan penanaman yakni Nakula Sadewa, hasil produksinya mencapai sekitar lima ton per hektar.

“Kami memilih jagung karena masa tanam hanya 100 hari dan tidak mudah busuk, kami juga telah berkoordinasi dengan salah satu koperasi petani di Blitar, rencananya kami akan memasok jagung ke sana dengan kualitas kadar air mencapai 14 persen,” katanya. (Ant)

Lihat juga...